Pos oleh :

Admin

Pustral UGM Menyelenggarakan Webinar Tapak Tilas Tragedi Perkeretaapian di Indonesia sebagai Tantangan Sektor Transportasi yang Aman dan Selamat

Data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa jumlah kecelakaan kereta api di Indonesia dari tahun 2007 hingga awal tahun 2024 sebanyak 100 peristiwa. Peristiwa terbaru kecelakaan kereta api pada Ahad, 14 Januari 2024 yaitu anjloknya Kereta Api (75A) Pandalungan di Emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Jauh sebelumnya pada pada tanggal 25 Desember 1944, 200 orang tewas dan 250 orang terluka ketika kereta api kehilangan rem di Lembah Anai, Padangpanjang, Sumatera Barat. Karena banyaknya korban dan sulitnya penguburan, maka dibuat kuburan massal dan sebuah Tugu Kecelakaan Kereta Api Padang Panjang. Data ini menunjukkan bahwa kecelakaan kereta api telah mengakibatkan banyak kerugian baik materiil maupun immateriil.  

Kecelakaan kereta api yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir merupakan tantangan dan pelajaran berharga dalam mengatasi bencana di sektor perkeretaapian dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Seluruh stakeholders harus terintegrasi untuk mengurangi risiko dan kecelakaan perkeretaapian yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2018, KAI telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP), tetapi jumlah kecelakaan kereta api tetap tinggi setiap tahunnya. Untuk menjamin keamanan dan kualitas operasional kereta api di Indonesia, prosedur dan aturan yang berlaku harus dipatuhi.    

Manajemen bencana yang komprehensif juga perlu diterapkan pada segmen sarana dan prasarana perkeretaapian yang berisiko tinggi. Saat ini, manajemen kebencanaan yang diterapkan pada lingkungan perkeretaapian masih menggunakan paradigma lama yaitu manajemen bencana yang sifatnya responsif sehingga diharapkan dapat berubah ke arah paradigma baru yang sifatnya preventif. Komitmen dalam mewujudkan zero accident dan keselamatan perjalanan kereta api diperlukan sebagai langkah mitigasi bahaya serta mencapai keamanan perjalanan kereta api. Memperhatikan isu penting tersebut, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bekerjasama dengan Masyarakat Perkeretaapian (MASKA) Indonesia menginisiasi webinar dengan topik “Tapak Tilas Tragedi Perkeretaapian di Indonesia sebagai Tantangan Sektor Transportasi yang Aman dan Selamat”. Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan kanal Youtube streaming Pustral UGM pada hari Kamis, 25 Januari 2024 pukul 08.45 – 11.00 WIB.  

Webinar dibuka oleh Kepala Pustral UGM Ir. Ikaputra, M.Eng., P.hD yang berharap bahwa webinar ini  dapat dijadikan sebagai media diskusi para stakeholders mengenai bagaimana perkeretaapian di Indonesia dapat berjalan lancar, aman, dan selamat di masa yang akan mendatang.  

Narasumber webinar adalah Dr. Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTr, IPU., ASEAN Eng yang merupakan Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA). Hermanto di awal sesi menyampaikan beberapa kejadian kecelakaan kereta api yang pernah terjadi di Indonesia. Keselamatan Perkeretaapian menjadi ujung tombak dari bisnis perkeretaapian, apapun baiknya pelayanan penumpang kereta api, tidak ada gunanya apabila tidak selamat. Kecelakaan kereta api dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kelalaian awak sarana perkeretaapian (masinis) karena melanggar sinyal yang seharusnya berhenti, kelalaian Petugas Pengatur Perjalanan KA (PPKA) dalam mengatur perjalanan kereta api, dan kereta api tidak dapat berhenti karena sarana perkeretaapian tidak laik dan sulit dihentikan oleh masinis. Selain itu, penyebab kecelakaan juga dapat bersumber dari sinyal yang tidak bekerja dengan baik karena tidak terlihat oleh masinis sehingga mengakibatkan terlambat mengurangi kecepatan kereta api, masinis yang tidak berkosentrasi atau tertidur sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta kereta api berhenti di stasiun namun belum bebas benar (tidak prepal) sehingga ruang bebas tidak dipenuhi. 

Pada akhir paparan, Hermanto menyampaikan hal-hal penting yang harus dilakukan semua stakeholders perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan kereta api yaitu penyempurnaan regulasi (UU, PP, Permenhub), peningkatan kelaikan operasi prasarana dan sarana perkeretaapian, penyempurnaan Sistem dan Prosedur Operasi (SOP), penggunaan Teknologi Perkeretaapian (ATP, ATO dll), peningkatan kompetensi SDM Perkeretaapian melalui pelatihan dan bimbingan teknis, pembangunan perlintasan tidak sebidang (underpass/flyover), serta sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan petugas kereta api. 

Webinar disambut dengan antusias oleh sekitar 600 peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, praktisi, akademisi, dan masyarakat umum. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang dipandu moderator Jan Prabowo Harmanto., S.Si., M.Si. dari Pustral UGM. (HLT/SDD/DAK) 

Reimagining Terminal Binjai Design Competition

Terminal Binjai, yang terletak di Jalan Ikan Paus di jantung Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, merupakan simpul transportasi penting di area Medan Metropolitan. Berdekatan dengan stasiun kereta Binjai, terminal ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat transportasi yang terintegrasi.

Kami mengundang para mahasiswa untuk berkontribusi dalam Inisiatif Transportasi Rendah Karbon yang Inklusif melalui program UK-PACT di Indonesia untuk pengembangan Terminal Binjai. Tujuan kami adalah membuka partisipasi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan desain yang inovatif dan solutif dalam membantu Terminal Binjai menjadi pusat transportasi perkotaan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam desain:

  • Integrasi Intermodal: Kemudahan dalam melakukan transisi antara penggunaan layanan kereta, fasilitas bus, dan mobilitas aktif.
  • Aksesibilitas Universal: Memastikan akses mudah untuk semua pengguna termasuk kelompok termarginalkan.
  • Penekanan pada keamanan dan kenyamanan.
  • Desain yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
  • Integrasi Budaya dan Teknologi: Menggabungkan budaya lokal dengan elemen teknologi.

 

Kriteria Peserta: Terbuka untuk mahasiswa, baik secara individu atau tim. Kami mendorong partisipasi dari area Metropolitan Medan. Tim multidisiplin dipersilakan untuk membawa berbagai perspektif dan keahlian.

 

Untuk rincian lengkap, silakan merujuk ke dokumen design brief.

 

Daftarkan segera untuk mendapatkan informasi dan pengumuman penting terkait lomba melalui link registrasi.

 

Lomba ini gratis dan tidak dipungut biaya, silakan unggah design Anda melalui portal online resmi hingga 29 Januari 2024.

 

Hadiah:

Pemenang akan menerima hadiah uang tunai dan semua peserta akan menerima sertifikat atas kontribusi inovatif mereka dalam pengembangan perkotaan.

Pemenang 1: IDR 6.000.000 + sertifikat pemenang

Pemenang 2: IDR 5.000.000 + sertifikat pemenang

Pemenang 3: IDR 4.000.000 + sertifikat pemenang

 

Informasi Kontak: Untuk lebih banyak detail, hubungi panitia penyelenggara di ukpact-futurecities-project@york.ac.uk.

 

For English version, please see further details from the following webpage: Reimagining Terminal Binjai: design competition | SEI

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Sistem Informasi Goografis (SIG) Dasar Angkatan Ke-20

Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi. Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data. Didukung oleh teknologi yang terus berkembang di masa depan, peran GIS akan semakin penting di berbagai bidang. Data dalam GIS merupakan bahan mentah yang diolah oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi (real world). Tipe data geografis dalam GIS meliputi: 1) Data spasial, yaitu data grafik mengenai lokasi, posisi, dan luas pada koordinat tertentu, 2) Data non-spasial (atribut) menggambarkan karakteristik spasial suatu objek geografis, seperti warna, tekstur, dan informasi lainnya, serta 3) Hubungan antara data spasial, non spasial, dan temporal.  

Peran penting GIS memerlukan kompetensi pengguna yang sesuai. Di sisi lain pembelajaran GIS masih mempunyai keterbatasan dan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, hal tersebut mendorong Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiatif menyelenggarakan kursus pelatihan dasar GIS untuk mengisi kesenjangan tersebut. Pelatihan telah memasuki angkatan ke 20 yang diselenggarakan pada tanggal 11 – 16 Desember 2023 di ruang diklat Pustral UGM. Pelaksanaan diklat GIS Dasar ini diikuti 6 orang peserta yang terdiri: 1 orang dari PT Angkasa Pura II, 4 orang dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga, Jawa Tengah, serta 1 orang dari swasta (Kota Bogor, Jawa Barat). 

Pelatihan dibuka oleh Joewono Soemardjito, S.T., M.Si. selaku Koordinator Unit Administrasi dan Keuangan Pustral UGM. Pengajar pada diklat ini yaitu Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPM.; Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.;  dan Ir. Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng., dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM, Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.; Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc.; dan Candra Sari Kartika Djati, S.Si., M.Sc., dari Departemen Sains Informasi Geografis Fakultas Geografi UGM, Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc., dan Alfiatun Nur Khasanah, S.Si., M.Sc dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM; Bakhtiar Alldino Ardi Sumbodo, S.Si., M.Cs  dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Fakultas MIPA UGM dan  Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc., dari Pustral UGM. Pelatihan diselenggarakan secara langsung, penyampaian materi teori disampaikan di ruang kelas, sedangkan penyampaian materi praktek dilakukan di luar kelas. Materi diklat Sistem Informasi Geogfrafis (SIG) Dasar terdiri dari 50 JP (Jam Pelajaran) yang terdiri dari 15 JP teori dan 35 JP praktik. 

Pelatihan ditutup oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., selaku Kepala Pustral UGM. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan GIS dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. (HLT/SDD/DAK) 

Transportasi Online dalam Keseimbangan Supply – Demand

Penulis: Dwi Ardianta Kurniawan, ST., M. Sc.

Struktur Industri

Transportasi online di Indonesia mulai muncul dengan beroperasinya Gojek pada tahun 2010, disusul dengan Uber dan Grab pada tahun 2014, Maxim pada tahun 2018, serta Shopeefood yang khusus melayani pengiriman makanan sejak 2020. Saat ini, operator-operator tersebut masih tetap eksis kecuali Uber yang telah berhenti sejak 2018. Dari beberapa operator tersebut, hanya Gojek yang berkantor pusat di Indonesia, serta memiliki wilayah layanan pada beberapa negara Asean, diantaranya Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina. Gojek sudah menjadi unicorn atau perusahaan yang memiliki valuasi minimal US$1 milyar pada tahun 2016 setelah mendapatkan suntikan modal dari berbagai investor internasional.

Selain operator-operator besar tersebut, terdapat juga beberapa operator kecil yang beroperasi di tingkat lokal, misalnya JogjaKita dan JogjaJek yang melayani sekitar Kota Yogya. Aplikasi juga digunakan oleh para pengusaha taksi konvensional yang telah beroperasi sejak lama. Langkah tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing pengusaha taksi konvensional dengan pemanfaatan teknologi. Selain itu, strategi kerjasama juga dilakukan oleh pengusaha taksi konvensional misalnya BlueBird dengan memasukkan pilihan pada aplikasi GoCar sebagaimana sering kita lihat dalam aplikasi.

Meskipun demikian, dapat dilihat bahwa aplikasi-aplikasi lokal tersebut belum dimanfaatkan secara luas oleh pengguna. Secara umum di lapangan dapat dilihat bahwa struktur usaha dominan pada transportasi online dikuasai oleh 3 operator besar, yaitu Gojek, Grab dan Maxim. Hal ini selaras juga dengan data yang disediakan oleh Google Trend yang menunjukkan dominannya ketiga operator tersebut pada berbagai wilayah di Indonesia.

Perilaku

Para pengguna transportasi online mungkin masih mengingat betapa murahnya jasa transportasi online pada awal-awal dioperasikan. Tarif yang murah dan kemudahan mengakses melalui aplikasi merupakan dua hal utama yang membuat aplikasi ini digunakan secara luas oleh masyarakat. Keunggulan tersebut yang kemudian secara perlahan menggusur ojek pangkalan yang memang seringkali dirasa mahal dan tidak memiliki standar tarif yang jelas. Hal tersebut kemudian menyebabkan konflik antara pengemudi ojek dan taksi konvensional dengan pengemudi yang berbasis online. Pada akhirnya kita melihat, teknologilah yang menjadi pemenang.

Besarnya pengguna transportasi online akhirnya menarik para pengemudi, bukan hanya mereka yang berstatus belum bekerja maupun masih kuliah, namun mereka yang bekerja di sektor formal juga rela keluar untuk bekerja sebagai pengemudi transportasi online. Hal ini karena besarnya pendapatan yang diterima pada awal-awal transportasi online beroperasi. Namun seiring perkembangan waktu, banyaknya pengemudi online menyebabkan munculnya persaingan antar pengemudi yang kemudian menurunkan pendapatan yang diterima. Hal ini menyebabkan banyak pengemudi yang merasa bahwa saat ini menjadi pengemudi transportasi online bukan lagi merupakan pilihan yang menarik.

 Masa Depan

Saat ini, transportasi online sepertinya sedang memasuki kematangan pasar, yang ditunjukkan dengan stabilnya tingkat permintaan penumpang dan penawaran pada tingkat yang efisien. Tidak ada tingkat tarif yang terlalu murah yang menyebabkan keuntungan besar bagi pengguna, di sisi lain juga tidak ada penambahan jumlah pengemudi karena pendapatan yang diterima tidak lagi menarik. Hal ini dapat pula dilihat dari data Google Trend yang menunjukkan puncak penggunaan transportasi online adalah sekitar tahun 2018-2019, yang kemudian perlahan menurun dan menuju tingkat kestabilan hingga saat ini. Pada akhirnya saat ini, transportasi online menjadi jasa layanan ‘biasa’ yang memberikan keuntungan ‘normal’ baik bagi konsumen sebagai pengguna maupun para pengemudi sebagai mitra operator.

Mengamati perkembangan layanan transportasi online ini sesungguhnya memberikan pelajaran menarik, bagaimana teknologi mengubah perilaku masyarakat, berdinamika, lalu akhirnya menuju keseimbangan. Ke depan tentu akan muncul lagi inovasi dan invensi baru lagi yang akan mengubah pola kita menjalani kehidupan. Kita hanya harus siap untuk menerima perubahan, beradaptasi dan menerima manfaat maupun dampak yang muncul kemudian. (DAK)

Sumber gambar: https://www.kominfo.go.id/content/detail/14581/fakta-batalnya-pembentukan-taksi-online-saingan-grab-cs/0/sorotan_media

Artikel ini telah dimuat di koran Kedaulatan Rakyat Rabu, 22 November 2023

Ayo Dukung Transportasi Mebidangro dengan Berpartisipasi dalam Survei ini

Hai Sobat Transportasi di seluruh wilayah Mebidangro, yuk ikut serta dalam survei kami dan menangkan smartphone di pergantian tahun!

Program Kerjasama Kementerian Perhubungan Indonesia dengan UK PACT Inggris, yang bertujuan untuk mewujudkan Kota Rendah Karbon, bekerja sama dengan Provinsi Sumatera Utara saat ini meluncurkan survei elektronik. Survei ini bernama Transportasi Rendah Karbon Inklusif di Mebidangro, dan dikelola oleh Konsorsium Transportasi Rendah Karbon Inklusif dipimpin oleh University of York, dengan dukungan dari Pustral UGM, Clean Air Asia, dan UNEP.

Kami membutuhkan bantuan Anda untuk memahami pola perjalanan di Mebidangro dengan menjawab survei kami. Sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan Anda dalam mengisi survei ini, hadiah berupa smartphone Xiaomi Poco M4 Pro, akan diberikan kepada tiga responden yang beruntung di tahap satu. Kami berharap dengan bantuan Anda, proyek transportasi berkelanjutan yang inklusif di Sumatera Utara ini dapat berjalan dengan lancar.

Tahap pertama pelaksanaan survei ini akan berlangsung dari tanggal 13 Desember hingga 23 Desember 2022, dan akan ada tahap kedua di tahun depan. Peserta harus berusia minimal 18 tahun dan berdomisili di wilayah perkotaan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo).

Promosi survei ini disebarluaskan juga melalui surat kabar harian wilayah Mebidangro, media sosial, dan juga melalui pesan WhatsApp. Anda juga dapat langsung mengunjungi halaman survei di http://ugm.id/JourneyMappingUKPACT  untuk informasi dan kontak lebih lanjut.

Jangan lewatkan kesempatan untuk memenangkan smartphone Xiaomi Poco M4 Pro dan ikut serta dalam pengembangan transportasi berkelanjutan di Mebidangro. Ayo ikuti survei kami sekarang di http://ugm.id/JourneyMappingUKPACT

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Spatial and Network Analysis (SNA) Angkatan Ke-4

Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan piranti yang digunakan secara luas di berbagai bidang, didukung oleh teknologi yang semakin berkembang di masa mendatang. Dalam GIS, bahan baku data diproses oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi dalam dunia nyata. Jenis data geografi terdiri dari dua jenis, yaitu data spasial, yang mencakup data grafis yang berkaitan dengan lokasi, posisi, dan area pada koordinat tertentu, serta data non spasial, yang mencakup atribut yang menunjukkan karakteristik geografis objek, seperti warna, tekstur, dan lainnya. Selain itu juga dibahas hubungan antara data spasial, non spasial, dan waktu. Memperhatikan hal tersebut, penguasaan mengenai GIS sangat penting, sementara pengetahuan GIS masih terbatas dan perlu ditingkatkan. Untuk itu, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiasi mengadakan pelatihan Spasial dan Network Analysis (SNA) sebagai pelatihan GIS tingkat lanjut untuk mengurangi gap tersebut. 

Pelatihan yang merupakan angkatan keempat tersebut dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 6 – 8 Desember 2023 di Ruang Pelatihan Pustral UGM, Jl Kemuning M-3, Sekip, Sleman. Peserta pelatihan sebanyak 5 orang yang berasal dari PT. Angkasa Pura II. Pelatihan dibuka oleh Dr. Ir. Dewanti, M.S  selaku Sekretaris Pustral UGM. Pelatihan diampu oleh beberapa pengajar yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si., dan Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc. dari Departemen Sains dan Informasi Geografis, Fakultas Geografi UGM; Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, ST., M.App.Sc., IPM., dan Ir. Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng., dari Fakultas Teknik Geodesi UGM; dan  Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc, peneliti Pustral UGM. 

Pelatihan dengan total 27 JP (8 JP Teori dan 19 JP Praktik), peserta diajarkan bagaimana melakukan analisis spasial untuk penentuan lokasi sekolah, permukiman, tempat pembuangan akhir (TPA), kerawanan leptospirosis, dan mengetahui ruas jalan raya yang diprioritaskan untuk pengelolaan, dengan menggunakan data vektor dan raster. Untuk analisis jaringan (network analysis) peserta juga diajarkan bagaimana menentukan rute terbaik melalui jaringan berdasarkan waktu perjalanan, interaktif dan dengan poin yang telah ditentukan; menghitung area layanan berdasarkan jaringan jalan membuat matriks biaya asal-tujuan; serta diajarkan bagaimana menghitung jalur terpendek dari daerah asal ke daerah tujuan untuk transportasi khusus yang memiliki risiko melewati stasiun LPG (Liquefied Petroleum Gas) 

Pelatihan Spatial dan Network Analysis (SNA) Angkatan ke-4 ditutup oleh Juhri Iwan Agriawan, S.T., M.Sc., MS selaku Koordinator Unit Penelitian dan Pengembangan Pustral UGM. Beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan di Pustral UGM. Harapannya, peserta pelatihan dapat mengaplikasikan hasil pelatihan dalam pelaksanaan tugas pada instansinya masing-masing. (HLT/SDD/DAK) 

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Geographic Information System (GIS) Dasar Angkatan Ke-19

GIS adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi. Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data.  

Didukung oleh teknologi yang terus berkembang di masa depan, peran GIS akan semakin penting di berbagai bidang. Data dalam GIS merupakan bahan mentah yang diolah oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi (real world). Tipe data geografis dalam GIS meliputi: 1) Data spasial, yaitu data grafik mengenai lokasi, posisi, dan luas pada koordinat tertentu, 2) Data non-spasial (atribut) menggambarkan karakteristik spasial suatu objek geografis, seperti warna, tekstur, dan informasi lainnya, dan 3) Hubungan antara data spasial, non spasial, dan temporal.  

Peran penting GIS memerlukan kompetensi pengguna yang sesuai. Di sisi lain pembelajaran GIS masih mempunyai keterbatasan dan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, hal tersebut mendorong Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiatif menyelenggarakan kursus pelatihan dasar GIS untuk mengisi kesenjangan tersebut. 

Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan secara tatap muka pada tanggal 20 – 25 November 2023 yang terbagi dalam 2 lokasi yang berbeda. Kelompok yang pertama kelas A dengan jumlah peserta 14 orang yang seluruhnya dari Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kelas A dilaksanakan di ruang diklat Pustral UGM. Sedangkan pelaksanaan diklat untuk kelas B bertempat di Wisma MM UGM. Peserta dari kelas B sebanyak 5 orang yang berasal dari 3 orang dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Barito Utara, 1 orang peserta dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Tegal, dan 1 orang peserta dari Badan Pengelola Perbatasan Daerah provinsi Kalimantan Barat. 

Pelatihan dibuka oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. selaku Kepala Pustral UGM. Pengajar pada diklat ini yaitu Dr. Eng. Purnama B. Santosa, ST., M.App.Sc, Ir. Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng, Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., dan Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Departemen Teknik Geodesi UGM; Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si., Dr. Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc., Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc., dan Candra Sari Kartika Djati, M.Sc.  dari Fakultas Geografi UGM; Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc. , dan Alfiatun Nur Khasanah, S.Si., M.Sc dari Sekolah Vokasi UGM; dan  Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc. dari Pustral UGM.  Selain dilakukan melalui penyampaian materi di kelas, peserta juga diberikan materi pelatihan praktek di luar kelas. 

Pelatihan Sistem Informasi Geografis Dasar (SIG) Dasar Angkatan ke-19 ditutup oleh Joewono Soemardjito, S.T., M.Si. selaku Koordinator Unit  Administrasi dan Keuangan Pustral UGM. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk membuat dan mengelola data spasial serta peta digital, serta mengenal dan menggunakan GPS dan Drone secara dasar. (HLT/SDD/DAK) 

PUSTRAL UGM Bersama Dengan MTI dan KATY Menyelenggarakan Seminar Dengan Tema: “Budaya Pedestrian dan Angkutan Umum di Yogyakarta”

Beberapa masalah transportasi yang umum terjadi di banyak kota di seluruh dunia adalah kemacetan lalu lintas, polusi udara, ketergantungan pada kendaraan pribadi, ketidaksetaraan akses transportasi, kurangnya transportasi publik, infrastruktur yang tidak ramah bagi pejalan kaki dan bersepeda, kualitas jalan yang buruk, parkir yang mahal dan terbatas, ketidaksetaraan sosial dalam akses transportasi, serta pembangunan kota yang belum terintegrasi dengan infrastruktur dan layanan transportasi. Masalah-masalah tersebut memerlukan pendekatan yang holistik untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan dalam transportasi kota.  

Untuk mengatasi masalah-masalah ini, kota-kota di seluruh dunia perlu mengembangkan rencana transportasi yang berkelanjutan, meningkatkan transportasi publik, mempromosikan mobilitas berkelanjutan seperti berjalan kaki dan bersepeda, dan memprioritaskan integrasi transportasi dalam perencanaan perkotaan secara keseluruhan. Promosi mobilitas berkelanjutan dan nyaman bagi pejalan kaki adalah salah satu elemen penting dalam upaya menciptakan kota yang lebih berkelanjutan 

Berbagai upaya terus-menerus dilakukan baik oleh pemerintah daerah maupun berbagai komunitas namun belum berhasil salah satunya karena besarnya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Integrasi moda merupakan hal yang penting untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut melalui penggunaan moda yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, terutama penggunaan angkutan umum. Upaya tersebut memerlukan dukungan, salah satunya berupa budaya jalan kaki bagi masyarakat dalam mobilitas sehari-hari. Namun demikian, hasil penelitian Stanford University tahun 2022 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia merupakan penduduk yang paling malas berjalan kaki di seluruh dunia. Studi tersebut menyebut bahwa rata-rata orang Indonesia berjalan kaki hanya 3.513 langkah per hari atau hampir separuh dari warga Hong Kong yang menjadi juara satu dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki. Masyarakat Hong Kong rata-rata berjalan kaki 6.880 langkah atau 6 km per hari, disusul China dengan rata-rata masyarakat berjalan kaki 6.189 langkah per hari, Ukraina (6.107), Jepang (6.010), dan Rusia (5.969). 

Hal tersebut mendorong Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bersama dengan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan Korps Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) menyelenggarakan seminar dengan tema Budaya Pedestrian dan Angkutan Umum di Yogyakarta. Seminar ini dilaksanakan di Wisma MM UGM Hotel, Ruang Sidomukti Lantai 2 pada hari Selasa, 21 November 2023 pukul 08.30 – 13.30 WIB. Seminar diawali dengan sambutan Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., selaku Kepala Pustral UGM, kemudian Ketua MTI yang diwakili oleh Bapak Muslich Zainal Asikin selaku Ketua MTI DIY. Selanjutntya  sambutan dari Dr. Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M.Si, selaku staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan.   

 

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara dan juga penanggap yaitu Ir. Hari Setyowacono, MT selaku Kepala Dinas Perumahan Umum, Perumahan dan Kawasan Kota Yogyakarta; Sumariyoto, SE, M.Si selaku Plt. Kepala Dinas Perhubungan D.I Yogyakarta; Bapak Hendra Prakosa Saragih selaku Transport and Logistic Strategy Head PT GoTo Gojek Tokopedia, Tbk; serta Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. dari Pustral UGM. Sebagai penanggap dalam seminar ini adalah Bapak Eko Suryo Maharsono yang merupakan Ahli Budaya DI Yogyakarta; serta  dari Abiyyi Rahman Hakim selaku perwakilan dari Komunitas Pedestrian Kota Yogyakarta. Diskusi ini dipandu oleh Ir. Deni Prasetio Nugroho, S.T., MT, IPM selaku moderator yang merupakan peneliti Pustral UGM.  

Ir. Hari Setyowacono, MT sebagai narasumber menyampaikan terkait dengan apa yang sudah dilakukan Dinas Perumahan Umum, Perumahan dan Kawasan Kota Yogyakarta terkait dengan peningkatan kemanan pejalan kaki di Kota Yogyakarta. Upaya tersebut diantara revitalisasi  trotoar di beberapa titik termasuk di kawasan Tugu, Jalan Perwakilan, Jalan Sudirman, dan Jalan Senopati. Hari juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat 79,8% panjang trotoar dari selurung panjang jalan di Kota Yogyakarta. Selain itu sebagai bentuk dukungan Dinas Perumahan Umum, Perumahan dan Kawasan Kota Yogyakarta untuyk pejalan kaki adalah dengan melakukan perawatan secara rutin terhadap trotoar di Kota Yogyakarta. 

Sementara itu Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. dari Pustral UGM menyampaikan kondisi jalur pedestrian bagi masyarakat pengguna angkutan umum di Kota Yogyakarta. Ikaputra menyampaikan bahwa sebagai ikon Kota Yogyakarta semestinya mampu mendorong ekosistem transportasi menjadi wadah interaksi interkultural dalam konteks mengakomodasi keistimewaan Kota Yogyakarta. Selanjutnya Sumariyoto, SE, M.Si selaku Plt. Kepala Dinas Perhubungan D.I Yogyakarta sebagai narasumber menyampaikan bahwa angkutan umum berperan penting dalam mewujudkan mobilitas yang berkelanjutan di Kota Yogyakarta. Pada kesempatan ini Sumariyoto menyampaikan terkait dengan beberapa hal yang telah dilakukan berdasar pada tujuan dan sasaran Dinas Perhubungan DIY tahun 2022 – 2027 salah satunya adalah bagaimana konsep besar perwujudan sustainable mobility di Kota Yogyakarta. Program-program yang akan maupun sudah dilaksanakan antara lain ujicoba project contra flow Trans Jogja, project  penyelenggaraan bus listrik, dan project penyelenggaraan becak bertenaga alternatif. Narasumber selanjutnya Hendra Prakosa Saragih dari PT. GoTo Gojek Tokopedia, Tbk menyampaikan terkait dengan bagaimana sustainable mobility dengan menunjukkan success story dari Go Transit di Jabodetabek, dan direncanakan untuk diimplementasikan di kota lain. Layanan Go Transit  tidak hanya sebagai upaya perwujudan dari sustainable mobility pembangunan transportasi namun juga untuk mendukung integrasi moda. 

Sedangkan sebagai penanggap Eko Suryo Maharsono menyampaikan bahwa pedestrian semestinya menjadi media atau untuk saling silaturahmi antar individu atau dalam bahasa jawa disebut “srawung”. Sehingga nantnya kawasan pedestrian harus didesign senyaman mungkin bagi pejalan kaki untuk bisa berdiskusi, bertatap muka dan berkomunikasi antar pejalan kaki. Misalnya kawasan pedestrian dibuat “meeting place” dengan tempat duduk yang nyaman, kawasan malioboro bisa dijadikan contoh sebagai kawasan pedestrian yang nyaman. Selanjutnya Abiyyi Rahman Hakim mewakili Komunitas Pedestrian Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa sebagai komunitas atau bisa disebut sebagai pengguna kawasan pedestrian menginginkan adanya perbaikan dalam mendukung kenyamanan para pejalan kaki. Hal itu seperti penataan tiang listrik dan juga bagaiman terkait dengan integrasi moda dengan penentuan titik halte yang terintegrasi dengan rute pedestrian. (HLT/SDD/DAK)

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Geographic Information System (GIS) Dasar Angkatan Ke-18

GIS adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi. Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data.  

Didukung oleh teknologi yang terus berkembang di masa depan, peran GIS akan semakin penting di berbagai bidang. Data dalam GIS merupakan bahan mentah yang diolah oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi (real world). Tipe data geografis dalam GIS meliputi 1) Data spasial, yaitu data grafik mengenai lokasi, posisi, dan luas pada koordinat tertentu, 2) Data non-spasial (atribut) menggambarkan karakteristik spasial suatu objek geografis, seperti warna, tekstur, dan informasi lainnya, serta 3) Hubungan antara data spasial, non spasial, dan temporal.  

Optimaliasi pemanfaatan GIS memerlukan kompetensi pengguna yang sesuai, sementara penguasaan GIS masih terbatas dan perlu ditingkatkan. Untuk itu, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiatif menyelenggarakan pelatihan dasar GIS untuk mengisi kesenjangan tersebut. 

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 13 – 18 November 2023 di University Club (UC) Hotel UGM. Pelatihan pada periode ini diikuti sebanyak 25 orang meliputi 5 orang dari Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur; 4 orang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Konawe Selatan; 5 orang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kab. Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur; 4 orang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Indonesia; 2 orang dari Universitas Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh; 2 orang dari Dinas Perumahan Rakyat kawasan permukiman dan Pertanahan Kabupaten Asmat; 1 orang dari Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, Kementerian Kesehatan; dan 2 orang dari PT Artha Kreasi Utama-Projek SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi. 

Pelatihan dibuka oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. selaku Kepala Pustral UGM. Pengajar pada diklat ini yaitu Dr. Eng. Purnama B. Santosa, ST., M.App.Sc, Ir. Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng, Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T. dari Departemen Teknik Geodesi UGM; Totok Wahyu Wibowo, S.Si ., M.Sc dari Fakultas Geografi UGM; Alfiatun Nur Khasanah, S.Si., M.Sc  dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM; Bakhtiar Alldino Ardi Sumbodo, S.Si., M.Cs dari Fakultas MIPA UGM; Agus Kuntarto, S. Si dari Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran; dan  Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc.dari Pustral UGM.  Selain dilakukan melalui penyampaian materi di kelas, peserta juga diberikan materi pelatihan praktek di luar kelas. 

Pelatihan Sistem Informasi Geografis Dasar (SIG) Dasar Angkatan ke-18 ditutup oleh Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc  selaku Kepala Divisi Pelatihan dan Seminar Pustral UGM Pustral UGM. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk membuat dan mengelola data spasial serta peta digital, serta mengenal dan menggunakan GPS dan Drone pada tingkat dasar. (HLT/SDD/DAK) 

Pustral UGM berpartisipasi dalam Simposium Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT) ke 26 di Bandung

Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM mengirimkan tiga paper untuk dipresentasikan pada Simposium Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT) ke 26 di Bandung. Paper-paper tersebut adalah Analisis Perkiraan Penumpang di Bandar Udara Baru di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau, dengan penyusun Juhri Iwan Agriawan, Dwi Ardianta Kurniawan dan Dewanti; Analisis Peningkatan Kinerja Integrasi Jaringan Pelayanan Transportasi Pariwisata Dengan Menggunakan Important Performance Analysis (IPA), dengan penyusun Dewanti, Deni Prasetio Nugroho dan Jan Prabowo Harmanto, serta Peluang Efisiensi Distribusi Komoditas Ekspor Melalui Peningkatan Akses Infrastruktur Transportasi (Studi Kasus: Komoditas Kopi Gayo, Aceh), dengan penulis Joewono Soemardjito, Yandra Rahadian Perdana, Elviana R Simbolon, dan Novianto Widadi.

Simposium diselenggarakan pada tanggal 9-11 November 2023 dalam rangkaian Rapat Tahunan FSTPT serta the 4th International Symposium on Transport Studies in Developing Countries (ISTSDC). Acara diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan didukung oleh 12 universitas anggota FSTPT di Bandung.  (DPN/DAK)