Sleman, 23 Januari 2026 – Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan pelatihan daring bertema strategis “Kebijakan Transportasi Berbasis Geographic Information System (GIS)”. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Januari 2026 ini, diikuti oleh para Widyaiswara dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (PPSDMP) Kementerian Perhubungan. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan perencanaan transportasi modern yang semakin menuntut integrasi data spasial yang akurat dalam proses pengambilan keputusan.
Pelatihan dibuka secara resmi pada Senin (19/1) melalui sesi pembukaan dan foto bersama yang dipimpin oleh Prof. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., selaku Pelaksana Harian Pustral UGM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan GIS merupakan kompetensi penting bagi widyaiswara dalam merespons tantangan transportasi yang kian kompleks, baik di tingkat nasional maupun daerah. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta sebelum memasuki rangkaian materi inti.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pengantar mengenai kebijakan transportasi dan dasar-dasar Sistem Informasi Geografis (GIS) yang disampaikan oleh Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si., dari Departemen Sains Informasi Geografis Fakultas Geografi UGM. Materi ini memberikan fondasi mengenai peran data spasial dalam mendukung perencanaan transportasi. Sesi berikutnya menghadirkan Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc., peneliti Pustral UGM, yang memperkenalkan konsep pengelolaan data spasial transportasi dan pemanfaatannya dalam sistem informasi transportasi.
Masih pada hari pertama, peserta mengikuti sesi praktik yang dipandu oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM. Pada sesi ini, peserta mempelajari berbagai sumber data transportasi seperti survei lapangan, GPS, dan open data, serta teknik pengolahan dan integrasi data spasial dan non-spasial. Pendekatan praktik ini membantu peserta memahami alur kerja data spasial yang menjadi dasar analisis transportasi berbasis GIS.
Hari kedua pelatihan berfokus pada analisis spasial untuk transportasi. R. Ibnu Rosyadi, S.Si., M.Cs., dari Departemen Sains Informasi Geografis Fakultas Geografi UGM, memandu peserta dalam memahami analisis jaringan jalan, perhitungan shortest path, analisis waktu tempuh, hingga identifikasi titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Pada sesi siang, peserta mendapatkan materi mengenai transportasi publik dan keberlanjutan dari Dr. Ir. Noor Mahmudah, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., yang menekankan pentingnya integrasi penggunaan lahan dan transportasi dalam pembangunan kota berkelanjutan.
Memasuki hari ketiga, peserta mendalami analisis lanjutan seperti integrasi tata guna lahan, analisis dampak lingkungan transportasi, serta visualisasi peta tematik untuk komunikasi kebijakan. Materi praktik kembali dipandu oleh Calvin Wijaya dan R. Ibnu Rosyadi. Peserta dilatih menghasilkan peta tematik yang informatif dan mudah dipahami sehingga dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.
Sebagai rangkaian akhir pelatihan, Dr. Yuli Isnadi, SIP, MPA., dari Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM, memberikan materi mengenai penyusunan skenario kebijakan transportasi. Pada sesi ini, peserta diajak mengintegrasikan seluruh hasil analisis GIS yang telah dipelajari untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan aplikatif. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman peserta.
Pelatihan resmi ditutup oleh Ratna Dwi Estriyanti, S.E., selaku Koordinator Unit Keuangan Pustral UGM. Dalam penutupannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengajar atas partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pustral UGM berharap pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas widyaiswara PPSDM Perhubungan dalam mengembangkan materi pembelajaran dan kebijakan transportasi yang lebih berbasis data, inovatif, dan responsif terhadap tantangan sektor transportasi nasional. (UDN)





