Tentang PUSTRAL

Diberlakukannya Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah memberi perspektif baru pada model pengembangan wilayah di Indonesia. Undang-undang tersebut memberikan keleluasaan yang lebih luas untuk daerah dalam mengelola daerahnya masing-masing dengan harapan agar dapat tercapai optimalisasi pembangunan sesuai karakter dan ciri khas masing-masing daerah.

Salah satu keunggulan dari undang-undang tersebut adalah bahwa daerah akan berlomba-lomba menentukan apa yang terbaik bagi wilayahnya dan tidak ‘disetir’ dari pusat tentang bagaimana mengelola wilayahnya sendiri. Bentuk-bentuk pemekaran wilayah adalah salah satu konsekuensinya, dengan dasar pemikiran yang logis bahwa wilayah yang lebih kecil akan lebih mudah dikembangkan dibandingkan wilayah yang besar dan susah dijangkau. Di luar alasan-alasan budaya dan politis, pengembangan wilayah seperti ini akan mampu memberikan hasil yang optimal bagi pengembangan wilayah.

Satu hal lain yang harus diperhatikan dalam rangka pengembangan wilayah adalah bahwa kondisi yang ada sekarang memberikan ruang yang lebih besar bagi mobilitas dan aksesibilitas baik karena jarak yang semakin dekat maupun informasi yang semakin mengglobal. Mobilitas global menjadi suatu fenomena yang menarik untuk dipelajari sekaligus diantisipasi agar memberikan manfaat sebesar-besarnya. Pergerakan substansial orang dan barang intra/antar negara menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari. Indonesia sebagai bagian dari komunitas global harus beradaptasi dengan perubahan ini. Dalam hal ini, transportasi mempunyai peran yang sangat penting.

Berbagai isu yang selama ini dirasakan dan perlu mendapatkan perhatian oleh para pelaku bisnis dan transportasi di Indonesia sebagai akibat dari terjadinya global mobility adalah: meningkatnya pertumbuhan jumlah pergerakan orang dan barang, perubahan kecenderungan pola bepergian, tuntutan kualitas dan variasi penyelenggaraan transportasi yang efisien, inovasi teknologi transportasi dan informasi, transportasi yang berkelanjutan, dan pola pemanfaatan ruang yang optimal.

Global mobility yang telah menjadi isu dunia harus dikelola dengan efektif dan efisien. Pemerintah dan para stakeholders lainnya memegang peran penting untuk menciptakan penyelenggaraan transportasi sebagai wujud dari salah satu pelayanan terhadap mobilitas global. Kecenderungan global mobility akan mempunyai implikasi dua hal: jika tidak ditangani dengan baik oleh suatu negara, akan menurunkan citra negara tersebut yang pada akhirnya akan berdampak buruk pada aspek-aspek lainnya. Sebaliknya, jika penanganannya dilakukan secara efisien dengan memperhatikan tuntutan pelayanan, maka hal ini akan meningkatkan citra negara dan kesejahteraan masyarakatnya.

Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki keragaman disiplin yang tinggi dan kualitas peneliti yang prima yang merupakan aset utama menjawab permasalahan dan tantangan pengembangan wilayah (termasuk sektor transportasi) yang memberi dimensi yang kompleks. Menggalang potensi yang ada akan mampu memberikan kesempatan berkiprah para ahli dan penelitinya, dan mampu menyumbang kemajuan pengembangan wilayah di Indonesia maupun di dunia internasional serta menjawab tantangan permasalahan yang lebih kompleks saat sekarang dan masa yang akan datang. Untuk menjawab tantangan permasalahan itulah, UGM mendirikan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) pada tahun 2001.