Transportasi Online dalam Keseimbangan Supply – Demand

Penulis: Dwi Ardianta Kurniawan, ST., M. Sc.

Struktur Industri

Transportasi online di Indonesia mulai muncul dengan beroperasinya Gojek pada tahun 2010, disusul dengan Uber dan Grab pada tahun 2014, Maxim pada tahun 2018, serta Shopeefood yang khusus melayani pengiriman makanan sejak 2020. Saat ini, operator-operator tersebut masih tetap eksis kecuali Uber yang telah berhenti sejak 2018. Dari beberapa operator tersebut, hanya Gojek yang berkantor pusat di Indonesia, serta memiliki wilayah layanan pada beberapa negara Asean, diantaranya Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina. Gojek sudah menjadi unicorn atau perusahaan yang memiliki valuasi minimal US$1 milyar pada tahun 2016 setelah mendapatkan suntikan modal dari berbagai investor internasional.

Selain operator-operator besar tersebut, terdapat juga beberapa operator kecil yang beroperasi di tingkat lokal, misalnya JogjaKita dan JogjaJek yang melayani sekitar Kota Yogya. Aplikasi juga digunakan oleh para pengusaha taksi konvensional yang telah beroperasi sejak lama. Langkah tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing pengusaha taksi konvensional dengan pemanfaatan teknologi. Selain itu, strategi kerjasama juga dilakukan oleh pengusaha taksi konvensional misalnya BlueBird dengan memasukkan pilihan pada aplikasi GoCar sebagaimana sering kita lihat dalam aplikasi.

Meskipun demikian, dapat dilihat bahwa aplikasi-aplikasi lokal tersebut belum dimanfaatkan secara luas oleh pengguna. Secara umum di lapangan dapat dilihat bahwa struktur usaha dominan pada transportasi online dikuasai oleh 3 operator besar, yaitu Gojek, Grab dan Maxim. Hal ini selaras juga dengan data yang disediakan oleh Google Trend yang menunjukkan dominannya ketiga operator tersebut pada berbagai wilayah di Indonesia.

Perilaku

Para pengguna transportasi online mungkin masih mengingat betapa murahnya jasa transportasi online pada awal-awal dioperasikan. Tarif yang murah dan kemudahan mengakses melalui aplikasi merupakan dua hal utama yang membuat aplikasi ini digunakan secara luas oleh masyarakat. Keunggulan tersebut yang kemudian secara perlahan menggusur ojek pangkalan yang memang seringkali dirasa mahal dan tidak memiliki standar tarif yang jelas. Hal tersebut kemudian menyebabkan konflik antara pengemudi ojek dan taksi konvensional dengan pengemudi yang berbasis online. Pada akhirnya kita melihat, teknologilah yang menjadi pemenang.

Besarnya pengguna transportasi online akhirnya menarik para pengemudi, bukan hanya mereka yang berstatus belum bekerja maupun masih kuliah, namun mereka yang bekerja di sektor formal juga rela keluar untuk bekerja sebagai pengemudi transportasi online. Hal ini karena besarnya pendapatan yang diterima pada awal-awal transportasi online beroperasi. Namun seiring perkembangan waktu, banyaknya pengemudi online menyebabkan munculnya persaingan antar pengemudi yang kemudian menurunkan pendapatan yang diterima. Hal ini menyebabkan banyak pengemudi yang merasa bahwa saat ini menjadi pengemudi transportasi online bukan lagi merupakan pilihan yang menarik.

 Masa Depan

Saat ini, transportasi online sepertinya sedang memasuki kematangan pasar, yang ditunjukkan dengan stabilnya tingkat permintaan penumpang dan penawaran pada tingkat yang efisien. Tidak ada tingkat tarif yang terlalu murah yang menyebabkan keuntungan besar bagi pengguna, di sisi lain juga tidak ada penambahan jumlah pengemudi karena pendapatan yang diterima tidak lagi menarik. Hal ini dapat pula dilihat dari data Google Trend yang menunjukkan puncak penggunaan transportasi online adalah sekitar tahun 2018-2019, yang kemudian perlahan menurun dan menuju tingkat kestabilan hingga saat ini. Pada akhirnya saat ini, transportasi online menjadi jasa layanan ‘biasa’ yang memberikan keuntungan ‘normal’ baik bagi konsumen sebagai pengguna maupun para pengemudi sebagai mitra operator.

Mengamati perkembangan layanan transportasi online ini sesungguhnya memberikan pelajaran menarik, bagaimana teknologi mengubah perilaku masyarakat, berdinamika, lalu akhirnya menuju keseimbangan. Ke depan tentu akan muncul lagi inovasi dan invensi baru lagi yang akan mengubah pola kita menjalani kehidupan. Kita hanya harus siap untuk menerima perubahan, beradaptasi dan menerima manfaat maupun dampak yang muncul kemudian. (DAK)

Sumber gambar: https://www.kominfo.go.id/content/detail/14581/fakta-batalnya-pembentukan-taksi-online-saingan-grab-cs/0/sorotan_media

Artikel ini telah dimuat di koran Kedaulatan Rakyat Rabu, 22 November 2023

Leave A Comment

Your email address will not be published.

*