Pos oleh :

Admin

Tinjauan Kritis Pembangunan Jalan Tol Indonesia: Implementasi ESG Menuju Infrastruktur Berkelanjutan

Infrastruktur jalan tol merupakan yang paling berkembang selama beberapa tahun terakhir untuk mendukung konektivitas. Salah satu isu adalah implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) menuju infrastruktur berkelanjutan. Sifat berkelanjutan memberi keseimbangan antara ekonomi, sosial dan lingkungan. Seringkali aspek ekonomi lebih ditonjolkan dibandingkan dan aspek lainnya, sehingga diperlukan tata kelola yang pro berkelanjutan. Demikian disampaikan oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., P.hD selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM dalam Webinar Tinjauan Kritis Pembangunan Jalan Tol Indonesia: Implementasi ESG Menuju Infrastruktur Berkelanjutan. Webinar ini merupakan kerjasama antara Pustral UGM dengan HK ExperTalk, dan disponsori oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), pada Hari Kamis, 2 Mei 2024 Pukul 08.45 hingga 12.00 WIB.   

Selanjutnya Ir. Kimron Manik M.Sc, Direktur Keberlanjutan Konstruksi, Direktorat Keberlanjutan Kontruksi Kementerian PUPR selaku keynote speaker mewakili menyampaikan bahwa Industri Konstruksi merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar keempat, dengan peran sebesar 10,49% dan pertumbuhan 7,68% per tahun. Di sisi lain, Industri Manufaktur dan Konstruksi menjadi penyumbang terbesar ketiga sebesar 21,46% dari total Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Energi pada tahun 2019 sebesar 638.452 Gg CO. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi ekonomi hijau dengan pembangunan rendah karbon akan meningkatkan daya dukung lingkungan dan menurunkan emisi GRK seiring pertumbuhan PDB rata-rata Indonesia tahun 2025-2045 mencapa 6,22%. Emisi GRK diharapkan menurun sebesar 51,51% secara kumulatif tahun 2010 – 2045 atau secara tahunan sebesar 80,98% di tahun 2045 di bawah skenario business as usual, untuk dapat menuju net zero emissions di tahun 2060. Hal ini akan berdampak pada penurunan intensitas emisi sebesar 93,5% di tahun 2045 di bawah level 2010.  

Beliau menyampaikan bahwa integrasi pertimbangan ESG ke dalam proyek infrastruktur mencakup identifikasi dan mitigasi risiko lingkungan, sosial dan tata kelola, serta identifikasi dan optimalisasi manfaat sosio-ekonomi. Penerapan konstruksi berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur dilakukan dengan memperhatikan tiga pilar utama konstruksi berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR nomor 9 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan. Tiga pilar utama tersebut adalah: 1) mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang memberikan manfaat ekonomi dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan melalui penyusunan program prioritas, efisiensi sumber daya, dukungan terhadap usaha lokal dan UMKM, 2) dapat mempertahankan kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan melalui penggunaan lahan tepat guna, konservasi energi, konservasi air, manajemen lingkungan, manajemen dan pengelolaan rantai pasok sumber daya konstruksi, 3) mewujudkan pembangunan yang bersifat adil, inklusif, dan mengurangi disparitas sosial sehingga berdampak pada pengurangan kesenjangan sosial melalui optimalisasi partisipasi masyarakat (dengan memperhatikan unsur gender, kaum disabilitas dan kaum marginal), pelestarian budaya atau kearifan lokal.  

Selanjutnya pembicara pertama, Bapak Dwi Susanto selaku Vice President of Environmental and Social PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) menyampaikan bahwa PT PII menjalankan Environmental and Social Management Framework (ESMF) untuk menjamin keberlanjutan proyek. ESMF merupakan seperangkat kebijakan, prosedur, dan perangkat untuk mengelola aspek lingkungan dan sosial mulai dari persiapan, konstruksi, dan pengoperasian untuk memastikan semua proyek sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan identifikasi Dampak Proyek yang dijamin oleh PT PII, GHG Emission merupakan dampak penting terutama terhadap pemicu perubahan iklim. Oleh karena itu, pengurangan emisi karbon merupakan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan. 

Selanjutnya Dwi menyampaikan beberapa peluang dan tantangan penerapan ESG dalam pembangunan infrastruktur, diantaranya adalah sinkronisasi standard ESG antar key stakeholder yang berperan dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini akan berdampak pada efisiensi waktu dan biaya dalam penyiapan proyek, pemberian jaminan pemerintah, dan pembiayaan proyek infrastruktur. Isu lain adalah implementasi skema KPBU dan pemberian dukungan fiskal terkait (yang mengedepankan prinsip ESG) kadang masih dianggap rumit, lama dan mahal. Hal ini merupakan tantangan dalam sinkronisasi proses dan komunikasi kepada stakeholders sehingga timeline proses dan biaya kajian ESG perlu dimasukan dalam proses penyiapan proyek. Isu selanjutnya adalah standar ESG dapat mendorong pembiayaan alternatif bagi pembangunan infrastruktur. Skema KPBU dan skema pembiayaan alternatif lainnya (termasuk penjaminan) sejalan prinsip ESG. Hal ini merupakan tantangan sehingga diperlukan penetapan standar ESG yang diterapkan dalam penyiapan Proyek dan tindak lanjut terhadap gap standar ESG dengan peraturan perundangan yang berlaku termasuk peraturan sektoral. Isu terakhir adalah penerapan ESG memerlukan sumberdaya manusia dengan kompetensi dan pengalaman khusus. Hal ini merupakan tantangan sehingga diperlukan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia terutama di pihak PJPK untuk dapat memasukan prinsip ESG dalam proses penyiapan proyek dan BUP dalam menerapkan dan melaporkan implementasi ESG proyek.  

Pembicara selanjutnya Bapak Aldrin Maulana selaku Business Development Group Head PT Jasa Marga, menyampaikan materi Implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) dalam Pembangunan Jalan Tol. Beliau menyampaikan bahwa PT Jasa Marga sudah menjalankan prinsip keberlanjutan sejak tahun 90an. Prinsip-prinsip ESG sudah diterapkan dari tahap perencanaan, pembangunan, operasi serta monitoring. Pada tahun 2023 beberapa program yang terkait dengan ESG diantaranya adalah Efisiensi air dan pemanfaatan kembali (water recycle), Efisiensi material/bahan, Penataan lanskap yang bersih, rapi, hijau dan estetis; Penggunaan energi baru terbarukan (PLTS Atap), Penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area/ Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), Pembentukan Komite Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL), Penyempurnaan Program TJSL, dan Perbaikan Penyusunan Laporan Keberlanjutan. Aldrin menyampaikan bahwa PT Jasa Marga sudah mencapai hasil penilaian ESG yang cukup baik dari beberapa lembaga, misalnya S&P Global memberi nilai 29 atau kategori medium, Refinitiv memberi nilai 62 dari 100, BPKP memberi nilai 71,36% atau kategori Cukup Baik, serta Sustainalitic memberi nilai ESG Risk Rating sebesar 15,2 atau low risk. PT Jasa Marga juga sudah menyusun Peta Jalan Keberlanjutan Jasa Marga Periode 2024-2027.  

Pembicara selanjutnya Prof. (Ret) Dr. Ir. Chafid Fandeli, M.Sc selaku Peneliti Senior Pustral UGM menyampaikan tema Peluang Bisnis Tambahan dalam Pembangunan Jalan Tol dengan Pendekatan Green Technology. Beliau menyampaikan bahwa konsep pembangunan jalan tol perlu dikembangkan dengan paradigma baru untuk agenda nasional yang sekaligus memecahkan masalah nasional, diantaranya mendukung NZE (Net Zero Emission), mengembangkan penciptaan peluang kerja baru akibat dari memanfaatkan jasa lingkungan yang belum termanfaatkan, pembangunan yang meningkatkan nilai ekonomi lingkungan (environmental economics), kebijakan yang menghadirkan ekonomi hijau (green economic). Pembangunan jalan tol memiliki manfaat yang beraneka ragam dan dapat dikembangkan dengan konsep baru, diantaranya EVA (environmental value added), cradle to cradle tidak cradle to grave, green technology, green management, 3R (reduced, reused, recycle) dan green community. Konsep pembangunan jalan tol dengan prinsip sustainable development merupakan upaya mengembangkan bussines opportunity. Pengembangan dilakukan dengan prinsip-prinsip berwawasan lingkungan (cemaran udara dengan solusi upaya penyerapan emisi carbon dengan greenery development), pemberdayaan masyarakat (menciptakan peluang kerja saat pra, konstruksi dan operasional), pengembangan ekonomi lokal (penciptaan kegiatan green business), dan pemberdayaan budaya lokal dan kearifan lokal (village tourism). 

Webinar dihadiri oleh lebih dari peserta 1.469 yang berasal dari berbagai kalangan melaui channel Zoom meeting dan YouTube Pustral UGM. Sesi diskusi dipandu oleh Ir. Deni Prasetio Nugroho, S.T., M.T., IPM selaku Peneliti Pustral UGM. Sebanyak 10 penanya terbaik mendapatkan hadiah berupa buku Pembangunan Jalan Tol Hijau Sebagai Peluang Bisnis Bidang Konservasi Lingkungan karya Prof Dr. Ir. Chafied Fandeli dan Budiyono, S.P., S.T., M.A., M.Si.  (DAK/SDD)

 

 

Webinar Menguak Hasil Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Raya serta Tantangan Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Jumlah kecelakaan lalu lintas jalan yang semakin meningkat tiap tahunnya menjadikan perhatian semua kalangan. Data WHO (2023), menyebutkan bahwa sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas. Dampak dari kecelakaan jalan adalah cedera sampai dengan meninggal dunia. Cedera lalu lintas jalan raya merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak dan dewasa muda berusia 5–29 tahun. Sekitar 92% kematian di jalan raya di dunia terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.  

Di Indonesia, data dari BPS menyebutkan bahwa di tahun 2022 terjadi 139. 258 kecelakaan lalu lintas, dengan  korban meninggal dunia 28.131, luka berat 13.364, dan luka ringan 160.449.  Sepeda motor menjadi kendaraan dengan keterlibatan paling tinggi pada kecelakan jalan raya.  

Permasalahan keselamatan jalan raya perlu dilakukan secara holistik, dengan mengajak keterlibatan berbagai sektor seperti transportasi, kepolisian, kesehatan dan pendidikan, serta sektor swasta, dan juga civil society. Memperhatikan isu penting tersebut, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menginisiasi webinar dengan judul “Menguak Hasil Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Raya serta Tantangan Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas”. Webinar dibuka oleh Kepala Pustral UGM Ir. Ikaputra, M.Eng., P.hD yang menyampaikan bahwa masalah kecelakaan ini selalu menjadi perhatian apalagi saat ini berdekatan dengan perjalanan massif saat mudik lebaran. Dalam suatu kecelakaan terdapat suatu hal yang penting yaitu investigasi untuk memahami bagaimana kecelakaan terjadi sehingga dapat meminimalisir risiko yang akan terjadi terhadap kejadian yang sama di masa mendatang.  

Webinar ini diharapkan menjadi media diskusi para stakeholders mengenai bagaimana mengatasi permasalahan tersebut, dengan mendiskusikan kecenderungan kecelakaan lalulintas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Indonesia, mendiskusikan peristiwa kejadian kecelakaaan lalulintas di jalan raya berikut dampaknya dengan dukungan data dan fakta hasil investigasi di lapangan, dan mendiskusikan program Jasa Raharja dalam menurunkan fatalitas korban melalui percepatan penanganan korban kecelakaan lalulintas. 

Narasumber webinar kali ini adalah adalah Ahmad Wildan, selaku Ketua Subkomite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT); Radito Risangadi., SH., M. Risk., Mgmt., selaku Kepala Divisi ESG dan Kelembagaan PT. Jasa Raharja; Dr. Ir. Dewanti., MS yangmerupakan Sekretaris Pustral UGM dan juga Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Fakultas Teknik UGM. 

Narasumber pertama adalah Dr. Ir. Dewanti., MS dari Pustral UGM yang menyampaikan bahwa secara global, penumpang kendaraan roda 4 mewakili 30% dari kematian; diikuti oleh pejalan kaki yang merupakan 23% dari kematian, dengan pengguna kendaraan roda dua dan tiga merupakan 21% dari korban jiwa. Dewanti menyampaikan terdapat beberapa faktor penyebab kecelakaan seperti speeding / ngebut, mabuk, tidak menggunakan piranti keselamatan (helm, seatbelt, child carseat), terdistraksi smartphone, infrastruktur jalan buruk, kendaraan yang tidak aman, buruknya penanganan pasca kecelakaan, dan kurangnya penegakan hukum lalu lintas.  

Di akhir paparan, Dewanti menyampaikan langkah – langkah peningkatan keselamatan lalu lintas yaitu: membentuk badan khusus keselamatan lalu lintas; memiliki rencana dan strategi keselamatan lalu lintas jangka panjang; peningkatan pajak dan denda pada kendaraan pribadi dan pelanggaran lalu lintas untuk mendanai program keselamatan lalu lintas; pengumpulan dan perbaikan data kecelakaan; peningkatan infrastruktur jalan yang lebih baik dan aman; mendorong penggunaan kendaraan transportasi umum (kebijakan, dukungan penyediaan sarana prasarana); menggalakkan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan lalu lintas (membentuk kurikulum sekolah terkait bertransportasi, edukasi masyarakat luas melalui tokoh masyarakat, dan lain-lain); memastikan peningkatan teknologi keselamatan kendaraan (membentuk kebijakan wajib teknologi keselamatan tertentu, kerjasama dengan swasta untuk memproduksi teknologi keselamatan jalan secara lokal / dalam negeri dengan harga murah); serta peningkatan peran stakeholders dalam koordinasi, monitoring, dan evaluasi. 

Narasumber kedua yaitu Ahmad Wildan dari KNKT di awal paparan menyampaikan safety philosophy yang dapat diartikan tujuan program kselamatan adalah untuk menurunkan resiko terjadinya kecelakaan. Program keselamatan dilakukan secara terstruktur dan sistematis untuk menghilangkan hazard atau menurunkan resiko terjadinya kecelakaan atau peningkatan fatalitas. Terdapat 2 program keselamatan yaitu active safety dengan target menurunkan resiko terjadinya dan passive safety dengan target menurunkan fatalitas korban. Wildan juga menyampaikan tahapan dalam melakukan investigasi kecelakaan yaitu bagaimana kecelakaan terjadi, bagaiamana korban bisa fatal, menentukan faktor kontribusi terhadap 2 tahap sebelumnya, dan merumuskan bentuk mitigasi berupa program penanganan dan pengendalian terhadap faktor kontribusi kecelakaan. 

Pada sesi terakhir, Radito Risangadi dari PT Jasa Raharja menyampaikan selama periode sampai dengan Desember 2023 terjadi kenaikan korban lalulintas sebesar 7,90% dibanding periode yang sama tahun lalu diikuti dengan kenaikan santunan sebesar 11,56%. Terjadi penurunan fatalitas korban ditandai dengan penurunan korban dan santunan meninggal dunia masing-masing 5.20% dan 3.41% dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara nominal, tahun 2023 santunan lalulintas memiliki kontribusi terbesar yaitu Rp1.718 M atau 55,76% dari total keseluruhan santunan yang disalurkan. Radito menegaskan bahwa penyebab laka adalah multi-faktor sehingga upaya pencegahan harus melibatkan multi-stakeholder. Saat ini Jasa Raharja berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk menjalankan 5 pilar Rencana Umum Nasional Kecelamatan (RUNK) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. 

Webinar ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, praktisi, akademisi, dan masyarakat umum. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang dipandu moderator Ir. Dwi Ardianta Kurniawan, S.T., M.Sc., IPM peneliti dari Pustral UGM. Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan kanal YouTube streaming Pustral UGM pada hari Kamis, 4 April 2024 pukul 09.00 – 12.00 WIB diikuti oleh sekitar 952 peserta melalui Zoom dan kanal YouTube. (UDIN/DAK/HLT)  

Pengumuman Hasil Seleksi Call for Book Chapter: Kapita Selekta Pengembangan Pelabuhan di Indonesia

Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menyampaikan terima kasih atas partisipasi para akademisi dan praktisi di bidang kepelabuhanan dalam call for book chapter yang diadakan oleh Pustral UGM bekerjasama dengan PT Pelindo (Persero).
Kami menyampaikan selamat kepada para pemenang, yang selanjutnya diharapkan mengikuti pentahapan penulisan yang telah ditetapkan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Dwi Ardianta K (0812-269-6446) atau Sdr. Hafid Lastito (0817-460-346).

Pustral UGM Bekerjasama dengan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM Menyelenggarakan International Guest Lecture: “City Logistics, State of the Arts”

City logistics atau logistik perkotaan merupakan sub-disiplin logistik yang berfokus secara khusus pada tantangan dan kompleksitas yang terkait dengan pengangkutan barang di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Tujuan utama logistik perkotaan adalah untuk memastikan arus barang yang efisien, berkelanjutan, dan aman sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan perkotaan untuk menciptakan kualitas hidup penduduk. 

Pentingnya peran logistik perkotaan tersebut mendorong Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bersama dengan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM serta University of Melbourne menyelenggarakan International Guest Lecture dengan tema “City Logistics, State of The Arts”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Russell G. Thompson, Professor dalam bidang Transport Engineering and Infrastructure Engineering dari University of Melbourne. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Sidang Biru Lantai 3 DTSL FT UGM pada hari Jumat, 1 Maret 2024 pukul 09.00 – 11.00 WIB dan juga diselenggarakan secara online melalui zoom meeting dan kanal YouTube Pustral UGM. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM yang diwakili oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T kemudian sambutan Kepala Pustral UGM yang diwakili Ir. Joewono Soemardjito., ST., M.Si. Acara ini dimoderatori Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, STP, M.Eng., selaku Tim Ahli Pustral UGM dan juga Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Selain peserta dari sivitas akademika UGM yang hadir secara luring, acara juga dihadiri secara daring oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu serta instansi dari pusat dan daerah, dengan total peserta sebanyak 574 orang.  

Dalam kuliah umumnya, Prof Russel menyampaikan bahwa city logistics merupakan pendekatan terpadu untuk distribusi barang di wilayah perkotaan berdasarkan pendekatan sistem. Hal ini mendorong skema inovatif yang mengurangi total biaya (termasuk biaya ekonomi, sosial dan lingkungan) dari pergerakan barang di dalam kota. Dalam city logistics, konsolidasi adalah kunci untuk mencapai transportasi barang perkotaan yang berkelanjutan. Inovasi teknologi dan konseptual dapat mendukung transportasi barang perkotaan yang berkelanjutan. Lebih jauh, konsep hiperkoneksi logistik perkotaan (Hyperconnected City Logistics Concepts) dapat dijalankan dengan pendekatan modelling optimisasi, Agent Based Models (ABM), dan Artificial Intelligence (Machine Learning). Berbagai inisitif dapat dijalankan untuk mencapai konsep tersebut, misalnya dalam bentuk Parcel Lockers, Micro Consolidation Centers/PI Hubs with multiple modes, On-line auctions, dan Crowd shipping 

Meskipun demikian, dalam implementasinya logistik perkotaan menghadapi berbagai tantangan, diantaranya yang terkait dengan pertumbuhan wilayah, kemacetan jalan dan KA, disrupsi terkait konstruksi, METRO, cuaca ekstrim, event khusus dan kecelakaan; tingkat layanan e-commerce khususnya dalam skema B2C, serta dekarbonisasi logistik. Tantangan tersebut dapat mengancam efisiensi, kehandalam dan keberlanjutan layanan logistik perkotaan. Russel mencontohkan beberapa contoh sukses penerapan city logistics, misalnya dalam Hyperconnected City Logistics in Melbourne serta beberapa kajian yang relevan. Penggunaan Sistem Informasi Geografis melalui pendekatan Location-Allocation Modelling dan Spatial Analysis juga merupakan salah satu model yang digunakan untuk mencapai optimasi dalam penyelenggaraan logistik perkotaan.  

Dalam rangkaian agenda kunjungan Prof Russel di Yogyakarta juga dilakukan diskusi bersama beberapa tim ahli dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Fakultas Teknik UGM, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, serta peneliti Pustral UGM. Beliau melihat peluang yang cukup besar dalam hal kolaborasi riset dan publikasi antara Pustral UGM dan University of Melbourne untuk tema city logistics, salah satunya mengenai Physical Internet (PI), yang diperkirakan akan berkembang di masa mendatang.  (SDD)

Webinar tentang Peran Lembaga Pengelola BRT Menuju Pengelolaan Transportasi yang Terpadu dan Berkelanjutan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 memprioritaskan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di 6 kota metropolitan yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar. Pembangunan sistem BRT merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah kemacetan yang menimbulkan dampak buruk terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, daya tarik kota, dan nilai ekonomi. Layanan BRT yang dapat diandalkan dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk berpindah dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan masal. Lembaga pengelola BRT dengan didukung pemangku kepentingan bertanggungjawab terhadap ketersediaan layanan BRT yang sesuai SPM.

Saat ini Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM tengah mendukung proyek UK-PACT (United Kingdom – Partnering for Accelerated Climate Transitions), bekerjasama dengan berbagai lembaga diantaranya Stockholm Environment Institue, The University of York, Clean Air Asia, dan UN Environment. Kegiatan yang dilaksanakan dalam perioda Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023 terbagi menjadi 1) Desk study yang menguraikan berbagai alternatif bentuk lembaga pengelola BRT yang telah diterapkan di beberapa sistem BRT di Indonesia termasuk berdasarkan informasi dari beberapa referensi dan 2) Rekomendasi tindak lanjut terhadap pilihan bentuk Lembaga oleh Pemerintah Provinsi Sumatra. Meliputi prinsip dasar Lembaga pengelola BRT, berbagai kajian/dokumen yang perlu disediakan dan indikasi kebutuhan peningkatan kapasitas SDM dan Lembaga.

Berdasarkan permintaan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Proyek UK-PACT melaksanakan peningkatan kapasitas dan bantuan teknis untuk proses pembentukan lembaga pengelola BRT Metropolitan Medan (Mebidang). Hal ini dilaksanakan untuk mengisi kekosongan sebelum program peningkatan kapasitas lembaga dari World Bank dimulai. Lembaga pengelola BRT Mebidang diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya Otoritas Transportasi Terintegrasi (Integrated Transport Authority atau ITA) yang akan berperan dalam pengelolaan transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan transportasi umum dapat menjadi pilihan utama yang dapat diandalkan masyarakat dalam bermobilitas.

Mengingat pentingnya peran lembaga pengelola transportasi umum dalam upaya mendorong perpindahahan dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal, UK-PACT menyelenggarakan webinar sebagai pertukaran informasi (information sharing) tentang Peran Lembaga pengelola BRT untuk Menuju Pengelolaan Transportasi Umum yang Terpadu dan Berkelanjutan. Beberapa tujuan webinar adalah 1) Memahami pandangan atau arahan dari pemerintah pusat (Kemenhub dan/atau Bappenas) tentang peran lembaga pengelola BRT, 2) Menyampaikan hasil desk study proyek UK-PACT tentang lembaga pengelola BRT yang meliputi prinsip dasar lembaga pengelola transportasi umum, berbagai pilihan bentuk Lembaga, dan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, dan 3) Memahami dinamika proses pembentukan Lembaga BRT di Mebidang yang dapat dijadikan pertimbangan bagi kota-kota lain dalam mempersiapkan lembaga yang sama.

Webinar dilaksanakan pada 28 Februari 2024 dibuka oleh Ir. N.G.A. Restiti S. Sekartini, M.Com., Deputy Project Lead selaku moderator. Selanjutnya Dr. Gary Haq selaku Team Leader of Consortium University of York for UK-PACT Future Cities menyampaikan konteks webinar sebagai salah satu lingkup kajian UK-PACT. Hans Carlson, selaku Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) Institution Development Specialist menyampaikan bahwa salah satu lingkup kajian MASTRAN adalah mendukung sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Medan dan Bandung. Carlson menyampaikan bahwa bagian penting dari pengembangan model BRT adalah sub kontrak dan kontrak layanan operasi dan pemeliharaan bus. Pengumpulan tarif dapat dilakukan melalui entitas legal yang terpisah. Isu yang perlu dicermati adalah kurangnya kapasitas fiskal untuk implementasi angkutan umum massal, penggunaan pendanaan inovatif yang terbatas, serta kurangnya integrasi perjalanan penumpang dengan perencanaan kota. Aspek yang diindikasikan perlu dikembangkan dalam peningkatan kapasitas mencakup pengembangan kelembagaan, peraturan perundangan angkutan perkotaan, perencanaan dan manajemen angkutan umum, manajemen industri, komunikasi dan manajemen stakeholder, serta jaminan sosial dan lingkungan.

Dr. Ir. Arif Wismadi. MSc, selaku Project Lead dari Pustral UGM, Consortium of University of York for UK PACT Future Cities selanjutnya menyampaikan bahwa terdapat beberapa skema kelembagaan yang dapat dibentuk untuk menjalankan program BRT, diantaranya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Semua pilihan mengindikasikan bahwa perlu dilakukan transisi terkait pendanaan aset dan penaggungjawabnya. Terdapat indikasi bahwa lembaga yang yang akan menangani berbentuk BUMD. Perlu beberapa persiapan pembentukan BUMD sebagai Perseroan Terbatas (PT), diantaranya konsolidasi aspek legal, review bisnis inti, review peraturan daerah tentang pembentukan BUMD, model kerjasama, pertemuan shareholders, dan penandatanganan peraturan oleh Gubernur.

Sesi selanjutnya menampilkan Iman Sukandar, A.MTRD. S.SIT, MT, selaku Kepala Sub Direktorat Transportasi Perkotaan, Direktorat Angkutan Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. Iman menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk mendukung sebagai partner strategis untuk menghasilkan sistem transportasi umum yang efektif dan berkelanjutan. Sistem transpotarsi massal yang layak akan menarik masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut. Aspek penting untuk menyukseskan reformasi transportasi daerah meliputi standar layanan, infrastruktur yang layak, serta layanan yang inklusif dan terintegrasi dengan moda lain. Pengembangan layanan angkutan umum memerlukan dukungan pendanaan yang besar, sehingga Pemerintah Daerah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengimplementasikan sistem transportasi massal di Metropolitan Medan dan Bandung. Pemerintah Daerah sangat penting perannya untuk meningkatkan sumber daya manusia untuk menghasilkan manajemen kelembagaan BRT yang berkelanjutan.

Darwin Purba, pada sesi selanjutnya selaku Transportation Senior Expert of Clean Air Asia Represents North Sumatra Province Transport Agency menyampaikan bahwa konsep pengembangan BRT di Sumatera Utara berbasis pada laporan Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), kajian UK-PACT terkait pilihan kelembagaan dan model transisi. Tantangan implementasi di Sumatera Utara berbasis rekomendasi UK-PACT adalah kondisi politik untuk menjalankan transisi kelembagaan. Tantangan internal juga terjadi diantaranya berupa seleksi operator, penyiapan sumber daya manusia, dan struktur organisasi. Sementara pada sisi eksternal, tantangan yang terjadi berupa koodinasi dengan pihak terkait.

Acara dihadiri oleh peserta dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Project Management Consultant, World Bank.  (DAK/DPN)

Webinar: Peran Distribusi Logistik Pangan Terhadap Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia

Sistem ketahanan pangan berkelanjutan tidak hanya mencakup kecukupan pasokan pangan namun juga menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Distribusi logistik pangan memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Terkait aspek penawaran, tantangan ketahanan pangan meliputi persaingan dalam penggunaan sumber daya alam, dampak perubahan iklim global, dan dominasi usaha tani skala kecil, sedangkan dari sisi permintaan, tantangan melibatkan pertumbuhan populasi yang tinggi, perubahan selera konsumen, dan persaingan permintaan komoditas pangan untuk konsumsi manusia, pakan, dan bahan baku energi.

Permasalahan terkait distribusi logisik dan ketahanan pangan, melibatkan faktor ekonomi, sosial, lingkungan, dan kebijakan. Di bawah ini adalah beberapa permasalahan utama yang perlu diatasi yaitu efisiensi distribusi, aksesibilitas dan ketersediaan pangan; diversifikasi dan desentralisasi; manajemen stok dan cadangan; pengembangan infrastruktur; penggunaan teknologi; pemberdayaan petani dan pelaku usaha kecil; serta keamanan pangan.

Memperhatikan pentingnya isu-isu tersebut, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menginisiasi webinar dengan judul “Peran Distribusi Logistik Pangan Terhadap Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia”. Webinar dibuka oleh Kepala Pustral UGM Ir. Ikaputra, M.Eng., P.hD yang berharap bahwa webinar dapat menjadi media diskusi para stakeholders mengenai bagaimana mengatasi permasalahan tersebut.  Penting untuk dicatat bahwa semua elemen ini saling terkait dan perlu dikelola secara holistik untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Peningkatan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dapat memperkuat sistem distribusi logistik pangan demi mencapai tujuan tersebut.

Narasumber webinar kali ini adalah Ir. Pujo Saroyo, M.Eng.Sc, selaku Tim Ahli Pustral UGM dan Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM  dan Joko Prasetyo Afrizal, S.E., selaku Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Yogyakarta. Pujo Saroyo, pada sesi pertama menyampaikan materi dengan tema peran distribusi logistik pangan terhadap ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Pada awal paparan, Pujo menyampaikan berbagai permasalahan pangan di Indonesia yang terkait dengan ketidakseimbangan antara Demand dan Supply. Produksi/pengadan pangan nasional dipengaruhi oleh banyak hal, yang pertama adalah terkait lahan produksi. Data dari BPS tahun 2019 menyebutkan bahwa luas lahan baku sawah nasional yang semula sebesar 8,07 juta ha pada 2009, menyusut menjadi sebesar 7,46 juta ha pada 2019 atau berkurang 7,6% dalam 10 tahun. Faktor kedua terkait dengan musim tanam dan sarana irigasi. Data dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa 100.000 ha sawah mengalami kekeringan dan 10% diantaranya mengalami gagal panen. Hal ini menunjukkan bahwa musim tanam dan sarana irigasi merupakan aspek yang penting untuk produksi pangan.

Selanjutnya yang ketiga, produksi dipengaruhi oleh sumber daya seperti pupuk, peralatan produksi, serta sumber daya manusia. Terkait sumber daya menusia, data BPS menyebutkan bahwa 38,7 juta penduduk yang bekerja di sektor pertanian, namun di sisi lain saat ini Bidang pertanian tak lagi menarik minat anak muda, hanya 6 dari 100 generasi Z berusia 15-26 tahun yang ingin bekerja di bidang pertanian. Yang keempat produksi pangan juga dipengaruhi oleh kompetisi dengan produksi kebutuhan non-pangan. Sebagai contoh, Pujo Saroyo menyebutkan bahwa singkong sebagai bahan baku untuk produksi biokerosin dan bioethanol, bahan baku kertas, tepung pati, dan sebagainya. Sehingga singkong bisa saja akan meningkat produksinya dikarenakan diversifikasi kemanfaatanya tidak hanya untuk pangan saja, begitu juga bisa jadi untuk komoditi pangan lainnya.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia, distribusi logistik pangan dari sentra produksi dan antar lokasi penyimpanan/cadangan pangan ke konsumen harus dikoordinasikan dengan baik melalui sistem informasi yang terpadu di skala nasional dan daerah.

Joko pada sesi berikutnya menyampaikan bahwa sebanyak 26,16 juta jiwa atau 9,54% populasi Indonesia berada di bawah garis kemiskinan (BPS, 2022) yang memerlukan harga pangan yang terjangkau. Untuk itu, peranan Bulog salah satunya adalah untuk ikut serta mengurangi angka kemiskinan diantaranya terkait pangan. Peran ini dilakukan melalui pendekatan 3 pilar yaitu availability, accessibility, dan stability. Availability terkait dengan pangan cukup dan tersedia di manapun dan kapanpun serta memberi semangat produsen untuk tetap berproduksi. Accesbility menyangkut penyediaan pangan yang terjangkau secara fisik maupun ekonomi (harga), dan stability adalah bagaimana memberi rasa yakin pada masyarakat akan pasokan dan harga pangan yang terjangkau di masa mendatang.

Di akhir paparan, Joko menyampaikan bahwa Bulog bersama pemerintah menjalankan berbagai strategi dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan berdasar pada prinsip-prisip dalam ketiga pilar yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi. Strategi yang telah dijalankan oleh Pemerintah dan Bulog pada level hulu adalah melakukan kegiatan on farm, pendampingan petani, pengadaan dalam negeri, impor pangan, kerjasama dengan mitra pengadaan. Pada level middle strategi yang dijalankan seperti optimalisasi infrastruktur pengolahan dan gudang. Melakukan kegiatan pergudangan, pengolahan pangan, produk pangan turunan, kontrol kualitas, distribusi makanan, dan kerjasama logistik. Sedangkan di level hilir seperti melakukan distribusi ke wilayah secara proporsional. Selain itu Bulog juga menjual sembako bersubsidi dan menjual sembako secara komersial ke jaringan ritel, pasar umum, dan ecommerce.

Webinar ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, praktisi, akademisi, dan masyarakat umum. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang dipandu moderator Ir. Joewono Soemardjito, S.T., M.Si dari Pustral UGM. Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan kanal Youtube streaming Pustral UGM pada hari Rabu, 21 Februari 2024 pukul 13.30 – 16.00 WIB diikuti oleh sekitar 523 peserta melalui Zoom dan sekitar 1000 orang melalui pada kanal Youtube. (HLT/DAK)

Pustral UGM Menyelenggarakan Webinar Tapak Tilas Tragedi Perkeretaapian di Indonesia sebagai Tantangan Sektor Transportasi yang Aman dan Selamat

Data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa jumlah kecelakaan kereta api di Indonesia dari tahun 2007 hingga awal tahun 2024 sebanyak 100 peristiwa. Peristiwa terbaru kecelakaan kereta api pada Ahad, 14 Januari 2024 yaitu anjloknya Kereta Api (75A) Pandalungan di Emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Jauh sebelumnya pada pada tanggal 25 Desember 1944, 200 orang tewas dan 250 orang terluka ketika kereta api kehilangan rem di Lembah Anai, Padangpanjang, Sumatera Barat. Karena banyaknya korban dan sulitnya penguburan, maka dibuat kuburan massal dan sebuah Tugu Kecelakaan Kereta Api Padang Panjang. Data ini menunjukkan bahwa kecelakaan kereta api telah mengakibatkan banyak kerugian baik materiil maupun immateriil.  

Kecelakaan kereta api yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir merupakan tantangan dan pelajaran berharga dalam mengatasi bencana di sektor perkeretaapian dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Seluruh stakeholders harus terintegrasi untuk mengurangi risiko dan kecelakaan perkeretaapian yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2018, KAI telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP), tetapi jumlah kecelakaan kereta api tetap tinggi setiap tahunnya. Untuk menjamin keamanan dan kualitas operasional kereta api di Indonesia, prosedur dan aturan yang berlaku harus dipatuhi.    

Manajemen bencana yang komprehensif juga perlu diterapkan pada segmen sarana dan prasarana perkeretaapian yang berisiko tinggi. Saat ini, manajemen kebencanaan yang diterapkan pada lingkungan perkeretaapian masih menggunakan paradigma lama yaitu manajemen bencana yang sifatnya responsif sehingga diharapkan dapat berubah ke arah paradigma baru yang sifatnya preventif. Komitmen dalam mewujudkan zero accident dan keselamatan perjalanan kereta api diperlukan sebagai langkah mitigasi bahaya serta mencapai keamanan perjalanan kereta api. Memperhatikan isu penting tersebut, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bekerjasama dengan Masyarakat Perkeretaapian (MASKA) Indonesia menginisiasi webinar dengan topik “Tapak Tilas Tragedi Perkeretaapian di Indonesia sebagai Tantangan Sektor Transportasi yang Aman dan Selamat”. Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan kanal Youtube streaming Pustral UGM pada hari Kamis, 25 Januari 2024 pukul 08.45 – 11.00 WIB.  

Webinar dibuka oleh Kepala Pustral UGM Ir. Ikaputra, M.Eng., P.hD yang berharap bahwa webinar ini  dapat dijadikan sebagai media diskusi para stakeholders mengenai bagaimana perkeretaapian di Indonesia dapat berjalan lancar, aman, dan selamat di masa yang akan mendatang.  

Narasumber webinar adalah Dr. Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTr, IPU., ASEAN Eng yang merupakan Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA). Hermanto di awal sesi menyampaikan beberapa kejadian kecelakaan kereta api yang pernah terjadi di Indonesia. Keselamatan Perkeretaapian menjadi ujung tombak dari bisnis perkeretaapian, apapun baiknya pelayanan penumpang kereta api, tidak ada gunanya apabila tidak selamat. Kecelakaan kereta api dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kelalaian awak sarana perkeretaapian (masinis) karena melanggar sinyal yang seharusnya berhenti, kelalaian Petugas Pengatur Perjalanan KA (PPKA) dalam mengatur perjalanan kereta api, dan kereta api tidak dapat berhenti karena sarana perkeretaapian tidak laik dan sulit dihentikan oleh masinis. Selain itu, penyebab kecelakaan juga dapat bersumber dari sinyal yang tidak bekerja dengan baik karena tidak terlihat oleh masinis sehingga mengakibatkan terlambat mengurangi kecepatan kereta api, masinis yang tidak berkosentrasi atau tertidur sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta kereta api berhenti di stasiun namun belum bebas benar (tidak prepal) sehingga ruang bebas tidak dipenuhi. 

Pada akhir paparan, Hermanto menyampaikan hal-hal penting yang harus dilakukan semua stakeholders perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan kereta api yaitu penyempurnaan regulasi (UU, PP, Permenhub), peningkatan kelaikan operasi prasarana dan sarana perkeretaapian, penyempurnaan Sistem dan Prosedur Operasi (SOP), penggunaan Teknologi Perkeretaapian (ATP, ATO dll), peningkatan kompetensi SDM Perkeretaapian melalui pelatihan dan bimbingan teknis, pembangunan perlintasan tidak sebidang (underpass/flyover), serta sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan petugas kereta api. 

Webinar disambut dengan antusias oleh sekitar 600 peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, praktisi, akademisi, dan masyarakat umum. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang dipandu moderator Jan Prabowo Harmanto., S.Si., M.Si. dari Pustral UGM. (HLT/SDD/DAK) 

Reimagining Terminal Binjai Design Competition

Terminal Binjai, yang terletak di Jalan Ikan Paus di jantung Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, merupakan simpul transportasi penting di area Medan Metropolitan. Berdekatan dengan stasiun kereta Binjai, terminal ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat transportasi yang terintegrasi.

Kami mengundang para mahasiswa untuk berkontribusi dalam Inisiatif Transportasi Rendah Karbon yang Inklusif melalui program UK-PACT di Indonesia untuk pengembangan Terminal Binjai. Tujuan kami adalah membuka partisipasi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan desain yang inovatif dan solutif dalam membantu Terminal Binjai menjadi pusat transportasi perkotaan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam desain:

  • Integrasi Intermodal: Kemudahan dalam melakukan transisi antara penggunaan layanan kereta, fasilitas bus, dan mobilitas aktif.
  • Aksesibilitas Universal: Memastikan akses mudah untuk semua pengguna termasuk kelompok termarginalkan.
  • Penekanan pada keamanan dan kenyamanan.
  • Desain yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
  • Integrasi Budaya dan Teknologi: Menggabungkan budaya lokal dengan elemen teknologi.

 

Kriteria Peserta: Terbuka untuk mahasiswa, baik secara individu atau tim. Kami mendorong partisipasi dari area Metropolitan Medan. Tim multidisiplin dipersilakan untuk membawa berbagai perspektif dan keahlian.

 

Untuk rincian lengkap, silakan merujuk ke dokumen design brief.

 

Daftarkan segera untuk mendapatkan informasi dan pengumuman penting terkait lomba melalui link registrasi.

 

Lomba ini gratis dan tidak dipungut biaya, silakan unggah design Anda melalui portal online resmi hingga 29 Januari 2024.

 

Hadiah:

Pemenang akan menerima hadiah uang tunai dan semua peserta akan menerima sertifikat atas kontribusi inovatif mereka dalam pengembangan perkotaan.

Pemenang 1: IDR 6.000.000 + sertifikat pemenang

Pemenang 2: IDR 5.000.000 + sertifikat pemenang

Pemenang 3: IDR 4.000.000 + sertifikat pemenang

 

Informasi Kontak: Untuk lebih banyak detail, hubungi panitia penyelenggara di ukpact-futurecities-project@york.ac.uk.

 

For English version, please see further details from the following webpage: Reimagining Terminal Binjai: design competition | SEI

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Sistem Informasi Goografis (SIG) Dasar Angkatan Ke-20

Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi. Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data. Didukung oleh teknologi yang terus berkembang di masa depan, peran GIS akan semakin penting di berbagai bidang. Data dalam GIS merupakan bahan mentah yang diolah oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi (real world). Tipe data geografis dalam GIS meliputi: 1) Data spasial, yaitu data grafik mengenai lokasi, posisi, dan luas pada koordinat tertentu, 2) Data non-spasial (atribut) menggambarkan karakteristik spasial suatu objek geografis, seperti warna, tekstur, dan informasi lainnya, serta 3) Hubungan antara data spasial, non spasial, dan temporal.  

Peran penting GIS memerlukan kompetensi pengguna yang sesuai. Di sisi lain pembelajaran GIS masih mempunyai keterbatasan dan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, hal tersebut mendorong Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiatif menyelenggarakan kursus pelatihan dasar GIS untuk mengisi kesenjangan tersebut. Pelatihan telah memasuki angkatan ke 20 yang diselenggarakan pada tanggal 11 – 16 Desember 2023 di ruang diklat Pustral UGM. Pelaksanaan diklat GIS Dasar ini diikuti 6 orang peserta yang terdiri: 1 orang dari PT Angkasa Pura II, 4 orang dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga, Jawa Tengah, serta 1 orang dari swasta (Kota Bogor, Jawa Barat). 

Pelatihan dibuka oleh Joewono Soemardjito, S.T., M.Si. selaku Koordinator Unit Administrasi dan Keuangan Pustral UGM. Pengajar pada diklat ini yaitu Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPM.; Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.;  dan Ir. Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng., dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM, Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.; Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc.; dan Candra Sari Kartika Djati, S.Si., M.Sc., dari Departemen Sains Informasi Geografis Fakultas Geografi UGM, Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc., dan Alfiatun Nur Khasanah, S.Si., M.Sc dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM; Bakhtiar Alldino Ardi Sumbodo, S.Si., M.Cs  dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Fakultas MIPA UGM dan  Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc., dari Pustral UGM. Pelatihan diselenggarakan secara langsung, penyampaian materi teori disampaikan di ruang kelas, sedangkan penyampaian materi praktek dilakukan di luar kelas. Materi diklat Sistem Informasi Geogfrafis (SIG) Dasar terdiri dari 50 JP (Jam Pelajaran) yang terdiri dari 15 JP teori dan 35 JP praktik. 

Pelatihan ditutup oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., selaku Kepala Pustral UGM. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan GIS dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. (HLT/SDD/DAK) 

Transportasi Online dalam Keseimbangan Supply – Demand

Penulis: Dwi Ardianta Kurniawan, ST., M. Sc.

Struktur Industri

Transportasi online di Indonesia mulai muncul dengan beroperasinya Gojek pada tahun 2010, disusul dengan Uber dan Grab pada tahun 2014, Maxim pada tahun 2018, serta Shopeefood yang khusus melayani pengiriman makanan sejak 2020. Saat ini, operator-operator tersebut masih tetap eksis kecuali Uber yang telah berhenti sejak 2018. Dari beberapa operator tersebut, hanya Gojek yang berkantor pusat di Indonesia, serta memiliki wilayah layanan pada beberapa negara Asean, diantaranya Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina. Gojek sudah menjadi unicorn atau perusahaan yang memiliki valuasi minimal US$1 milyar pada tahun 2016 setelah mendapatkan suntikan modal dari berbagai investor internasional.

Selain operator-operator besar tersebut, terdapat juga beberapa operator kecil yang beroperasi di tingkat lokal, misalnya JogjaKita dan JogjaJek yang melayani sekitar Kota Yogya. Aplikasi juga digunakan oleh para pengusaha taksi konvensional yang telah beroperasi sejak lama. Langkah tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing pengusaha taksi konvensional dengan pemanfaatan teknologi. Selain itu, strategi kerjasama juga dilakukan oleh pengusaha taksi konvensional misalnya BlueBird dengan memasukkan pilihan pada aplikasi GoCar sebagaimana sering kita lihat dalam aplikasi.

Meskipun demikian, dapat dilihat bahwa aplikasi-aplikasi lokal tersebut belum dimanfaatkan secara luas oleh pengguna. Secara umum di lapangan dapat dilihat bahwa struktur usaha dominan pada transportasi online dikuasai oleh 3 operator besar, yaitu Gojek, Grab dan Maxim. Hal ini selaras juga dengan data yang disediakan oleh Google Trend yang menunjukkan dominannya ketiga operator tersebut pada berbagai wilayah di Indonesia.

Perilaku

Para pengguna transportasi online mungkin masih mengingat betapa murahnya jasa transportasi online pada awal-awal dioperasikan. Tarif yang murah dan kemudahan mengakses melalui aplikasi merupakan dua hal utama yang membuat aplikasi ini digunakan secara luas oleh masyarakat. Keunggulan tersebut yang kemudian secara perlahan menggusur ojek pangkalan yang memang seringkali dirasa mahal dan tidak memiliki standar tarif yang jelas. Hal tersebut kemudian menyebabkan konflik antara pengemudi ojek dan taksi konvensional dengan pengemudi yang berbasis online. Pada akhirnya kita melihat, teknologilah yang menjadi pemenang.

Besarnya pengguna transportasi online akhirnya menarik para pengemudi, bukan hanya mereka yang berstatus belum bekerja maupun masih kuliah, namun mereka yang bekerja di sektor formal juga rela keluar untuk bekerja sebagai pengemudi transportasi online. Hal ini karena besarnya pendapatan yang diterima pada awal-awal transportasi online beroperasi. Namun seiring perkembangan waktu, banyaknya pengemudi online menyebabkan munculnya persaingan antar pengemudi yang kemudian menurunkan pendapatan yang diterima. Hal ini menyebabkan banyak pengemudi yang merasa bahwa saat ini menjadi pengemudi transportasi online bukan lagi merupakan pilihan yang menarik.

 Masa Depan

Saat ini, transportasi online sepertinya sedang memasuki kematangan pasar, yang ditunjukkan dengan stabilnya tingkat permintaan penumpang dan penawaran pada tingkat yang efisien. Tidak ada tingkat tarif yang terlalu murah yang menyebabkan keuntungan besar bagi pengguna, di sisi lain juga tidak ada penambahan jumlah pengemudi karena pendapatan yang diterima tidak lagi menarik. Hal ini dapat pula dilihat dari data Google Trend yang menunjukkan puncak penggunaan transportasi online adalah sekitar tahun 2018-2019, yang kemudian perlahan menurun dan menuju tingkat kestabilan hingga saat ini. Pada akhirnya saat ini, transportasi online menjadi jasa layanan ‘biasa’ yang memberikan keuntungan ‘normal’ baik bagi konsumen sebagai pengguna maupun para pengemudi sebagai mitra operator.

Mengamati perkembangan layanan transportasi online ini sesungguhnya memberikan pelajaran menarik, bagaimana teknologi mengubah perilaku masyarakat, berdinamika, lalu akhirnya menuju keseimbangan. Ke depan tentu akan muncul lagi inovasi dan invensi baru lagi yang akan mengubah pola kita menjalani kehidupan. Kita hanya harus siap untuk menerima perubahan, beradaptasi dan menerima manfaat maupun dampak yang muncul kemudian. (DAK)

Sumber gambar: https://www.kominfo.go.id/content/detail/14581/fakta-batalnya-pembentukan-taksi-online-saingan-grab-cs/0/sorotan_media

Artikel ini telah dimuat di koran Kedaulatan Rakyat Rabu, 22 November 2023