Pelatihan GIS untuk Aparatur Pemerintah: Perkuat Perencanaan Wilayah dengan Data Spasial

Sleman — Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) kembali menggelar Diklat Sistem Informasi Geografis (SIG) Dasar Angkatan ke-29 selama enam hari, pada 13–15 dan 18–20 Agustus 2026, di Ruang Training Pustral UGM, Sleman. Diklat ini dirancang sebagai fondasi penguatan kompetensi spasial bagi aparatur pemerintah dan profesional yang terlibat dalam perencanaan wilayah, pengelolaan infrastruktur, serta pengambilan keputusan berbasis data geospasial.

Diklat dibuka secara resmi oleh Kepala Pustral UGM, Dr. Ir. Dewanti, M.S., pada 13 Agustus 2026. Dalam sambutannya, Dewanti menekankan pentingnya penguasaan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai instrumen strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan yang terintegrasi, berbasis data, dan berkelanjutan.

Kurikulum pelatihan SIG disusun secara komprehensif dengan bobot 50 Jam Pelajaran (JP), mengombinasikan pemahaman konsep teoritis dan simulasi praktik yang intensif. Materi disajikan secara berjenjang. Peserta memulai dari konsep dasar GIS, pengenalan ArcCatalog dan ArcMap, struktur data spasial, serta pengelolaan data tabular dan query dasar. Tahap berikutnya menyasar spatial referencing, data entry dan editing, hingga spatial query sebagai inti pengolahan data geospasial.

Pada tahap lanjutan, peserta dibekali kemampuan analisis spasial berbasis data vektor, teknik visualisasi peta sesuai kaidah kartografis, serta pengenalan dan pemanfaatan Global Navigation Satellite System (GNSS). Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengolahan data sekunder, tetapi juga mencakup akuisisi data primer. Peserta menerbangkan drone secara langsung—mulai dari kendali manual hingga misi pemetaan otomatis—lalu mengolah dan memvisualisasikan sendiri data hasil pemetaan udara tersebut.

Seluruh peserta angkatan ini berasal dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XVII Manokwari, Kementerian Kehutanan. Partisipasi dari sektor kehutanan ini menunjukkan bahwa penguasaan GIS dasar telah menjadi kebutuhan strategis dalam pemantapan kawasan hutan, pemetaan batas dan penggunaan lahan, serta perumusan kebijakan berbasis peta yang akurat dan terintegrasi.

Pelatihan ini didukung oleh tim instruktur lintas keahlian dari Universitas Gadjah Mada, yaitu dari Departemen Sains Informasi Geografi Fakultas Geografi (Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si., Dr. Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs., Dr. Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc., R. Ibnu Rosyadi, S.Si., M.Cs., dan Candra Sari Kartika Djati, S.Si., M.Sc.), Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik (Dr. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.), Pusat Kedokteran Tropis UGM (Agus Kuntarto, S.Si.), dan Pustral UGM (Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc. dan Yessy Noven Agustina, S.P.). Pendekatan pembelajaran mengintegrasikan teori, praktik terstruktur, serta evaluasi guna memastikan peningkatan kompetensi peserta secara terukur.

Melalui penyelenggaraan Diklat GIS Dasar Angkatan ke-29, Pustral UGM semakin menegaskan perannya dalam pengembangan sumber daya manusia geospasial di Indonesia. Bekal penguasaan GIS, GNSS, dan drone yang aplikatif diharapkan dapat langsung diterapkan dalam perencanaan wilayah, pengelolaan kawasan hutan, serta pengembangan infrastruktur berbasis data spasial. Kegiatan ini secara resmi ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh Ir. Juhri Iwan Agriawan, S.T., M.Sc., Koordinator Unit Penelitian dan Pengembangan Pustral UGM, pada 20 Agustus 2026.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*