Arsip:

pustralnews

Pustral UGM Menyelenggarakan Gotransit Mobility Talk Volume 1: Public-Private Partnership Melalui Gotransit untuk Mendukung Transportasi Umum

Akses masyarakat terhadap transportasi publik yang terbatas masih menjadi tantangan utama di dalam mendorong bergesernya perilaku masyarakat di dalam menggunakan transportasi publik. Di sisi lain, upaya untuk menghadirkan solusi dalam menghadirkan budaya penggunaan transportasi publik sangatlah mahal dan membutuhkan waktu yang lama untuk pelaksanaannya. GoTransit sebagai bentuk inovasi dan kerjasama antar-perusahaan yang membantu pengelola transportasi publik untuk menjangkau lebih banyak (grow). Masyarakat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan transportasi publik tanpa menghabiskan investasi yang begitu besar.

Ir. Ikaputra, M. Eng.,Ph. D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM dalam sambutannya mengatakan bahwa Gotransit Mobility Talk menjadi serangkaian talkshow yang dapat direplikasi dengan panelis terkenal dari sektor swasta, publik, dan akademik untuk membahas integrasi transportasi umum. pertama akan terfokus pada cara-cara untuk meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum, dengan penelitian dampak GoTransit dan GoInstant oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM (Pustral UGM) sebagai pembuka diskusi.

Catherine Sutjahjo selaku GoTo ODS President menyampaikan bahwa awal mula lahirnya Go Transit berdasarkan data yang menunjukan bahwa 1 dari 4 trip Go Ride itu menuju atau dari simpul transportasi seperti terminal, stasiun dan lainya. Yang menarik juga, terdapat 11 stasiun di Jakarta yang menjadi simpul transportasi yang menjadi tujuan utama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen menggunakan layanan Go Jek itu pada first mile maupun last mile. Selanjutnya Catherine mengajak para pengelola simpul untuk mewujudkan integrasi antara public dan private menjadi layanan yang terintegrasi.

Selanjutnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutanya menyampaikan bahwa saat ini dibutuhkan ide-ide baru dan juga kreativitas para insan-insan transportasi baik itu terkait dnegan penumpang maupun barang. Dalam 2 tahun terakhir menurut data BPS terjadi kenaikan 11,9% dan 7,2% peningkatan jumlah mobil penumpang dan sepeda motor. Selain itu juga disinggung bagaimana rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Modal share angkutan umum di beberapa kota besar di Indonesia saat ini kurang dari 20% sangat berbeda dengan modal share di beberapa Kota besar di negara lain seperti Kuala Lumpur 20-50%, dan Singapura, Hongkong, dan Tokyo mencapai lebih dari 50%. Menteri Perhubungan menyambut positif apa yang dikembangkan Go To dalam rangka mewujudkan integrasi antarmoda namun perlu juga didukung dengan system pembayaran yang terpadu juga. Selain itu, upaya pemerintah dalam mewujudkan fasilitas transportasi yang ramah lingkungan diharapkan dapat didukung oleh Go To. Kolaborasi antar stakeholders seperti saat ini diperlukan unutk memberikan manfaat bagi masyarakat terutama pada sektor transportasi.

Pada di sesi berikutnya adalah Panel discussion yang dimoderatori oleh Ketua Forum Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT) Andyka Kusuma, S.T., M.Sc., Ph.D dengan beberapa narasumber, yaitu Irjen Pol. Drs. Hendro Sugiatno, M.M, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan: Dukungan Integrasi Transportasi Umum; Gonggomtua E. Sitanggang, Direktur ITDP Indonesia; Dr. Ir. Dewanti, M.S, Sekretaris Pustral UGM; dan Gede Manggala, selaku Head of Regions and External Affairs Gojek

Gotransit Mobility Talk Vol. 1 ini disambut dengan antusias oleh peserta yang meliputi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dan juga masyarakat umum. Acara diselenggarakan secara hybrid di Ruang Mataram, Gedung Karya Lt.1 Kementerian Perhubungan RI, Jakarta Pusat dan melalui aplikasi zoom pada hari Jumat, 8 September 2022 pukul 13.00 – 17.00 WIB. Bagi yang belum sempat untuk mengikuti acara ini dapat kembali menyimak melalui kanal Youtube Pustral UGM. (HLT/SDD/DAK)

Riset PUSTRAL UGM: Integrasi Antar Moda Lewat GoTransit Jadi Bagian Alternatif Solusi Transportasi Berkelanjutan di Indonesia

Yogyakarta, 5 September 2023 – Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, hari ini merilis riset terbaru terkait keterpaduan moda transportasi dengan tempat asal/tujuan pengguna, dengan studi kasus layanan mobilitas terintegrasi dari Gojek, yakni layanan GoTransit, yang Bertajuk “Dampak GoTransit terhadap Sistem Transportasi”.

  • Integrasi layanan Gojek dan Kereta Commuterline melalui fitur GoTransit di kawasan Jabodetabek, berhasil meningkatkan perpindahan pengguna layanan Gojek ke KRL Commuterline sebesar 38%
  • Penggunaan GoTransit yang melibatkan integrasi GoRide/ GoCar dan Kereta Commuterline dianggap mampu menghemat biaya pengeluaran transportasi hingga 27%, dibandingkan pola perjalanan sebelum menggunakan GoTransit
  • Penggunaan layanan Gojek dan Kereta Commuterline ini membantu mengurangi kemacetan dan tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor hingga 5.057 ton per tahun

Riset PUSTRAL UGM melihat faktor terbatasnya integrasi antar moda transportasi di dalam memfasilitasi akses penumpang menjangkau transportasi publik, yang dikenal juga dengan konsep First Mile Last Mile (FM/LM), sebagai kendala utama dalam meningkatkan penumpangtransportasi publik.

Dalam riset ini, Pustral UGM melakukan pengumpulan data pada 13 Maret – 20 Juni 2023, yang dimulai dengan melakukan wawancara mendalam dengan para penyedia layanan dan regulator. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui kuesioner dengan menargetkan masyarakat Jabodetabek yang sudah menggunakan layanan GoTransit, sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan secara survei daring dengan pendekatan simple random sampling, dengan margin of error 5% serta confidence level pada kisaran 90%. Formulir survei terbagi dalam 3 kategori (kualitas layanan, kualitas pengalaman, dan dampak) dengan total responden penelitian pengguna GoTransit berjumlah 2.306 responden di wilayah Jabodetabek. Setelah pengumpulan data, dilakukan Forum Group Discussion dengan para penyedia layanan maupun regulator.Penelitian ini tak hanya melihat pola perjalanan, namun juga melihat lebih jauh mengenai aspek penilaian kinerja dan pentingya layanan, sekaligus manfaat yang dirasakan oleh pengguna.

Kepala PUSTRAL UGM Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D, menjelaskan “Integrasi sistem layanan dan akses angkutan umum yang masih dirasa belum memadai oleh para pengguna mendorong urgensi mengenai sistem transportasi yang berkelanjutan. Pengimplementasian konsep Mobility as a Service (MaaS), yakni integrasi dari, dan akses ke, layanan transportasi yang berbeda dalam satu tawaran mobilitas digital tunggal dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan minat publik di dalam menggunakan angkutan umum. Oleh karena itu PUSTRAL UGM mengambil inisiatif untuk mendalami beragam solusi transportasi perkotaan, salah satunya adalah GoTransit sebagai fitur layanan integrasi dari Gojek yang menawarkan model integrasi pertama di Indonesia, yaitu antara layanan ride-hailing (layanan transportasi berbasis aplikasi) serta angkutan umum dalam satu aplikasi.”

Berbagai temuan menarik diantaranya:

  • Minat masyarakat menggunakan transportasi publik meningkat – Peningkatan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik, dilihat dari penurunan tingkat perjalanan langsung menggunakan kendaran bermotor pribadi sebesar 37,8% serta diikuti oleh peningkatan penggunaan layanan Commuterline oleh pengguna Gojek sebesar 38,3% dari pola perjalanan sebelum menggunakan GoTransit.
  • GoTransit dianggap solusi perjalanan hemat – Terjadi penghematan rata-rata biaya pengeluaran transportasi masyarakat hingga 27% per trip perjalanan dibanding pola perjalanan sebelum menggunakan GoTransit, dengan durasi perjalanan yang lebih efisien pula, yaitu dengan rata-rata waktu perjalanan pengguna berkurang 15% dari pola perjalanan sebelumnya.
  • Digemari oleh kelompok pekerja dan pelajar – Penggunaan GoTransit didominasi oleh kelompok pekerja dan pelajar sebesar 58,9% (menuju fasilitas perkantoran 43,9%, fasilitas pendidikan 15,0%), disusul oleh perjalanan menuju rumah teman/saudara (16,3%), serta sisanya menuju pusat transportasi umum dan sebaliknya.
  • Berkontribusi terhadap pengurangan emisi – Terjadi pengurangan emisi kendaraan bermotor pribadi maupun pengurangan kemacetan di jalan akibat peningkatan penggunaan transportasi publik, dengan layanan GoTransit meningkatkan kontribusi penurunan emisi hingga 5.057 ton sepanjang tahun 2022[1].
  • Makin diminati dengan memanfaatkan GoRide dan GoCar sebagai FM/LM – Layanan transportasi dari Gojek seperti GoRide dan GoCar telah menjadi moda transportasi first mile dan last mile yang banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengakses simpul transportasi.

Kolaborasi Gojek dengan pelaku transportasi publik dalam layanan GoTransit terbukti mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat pengguna transportasi dan ekosistem transportasi secara umum, khususnya dari sisi tingkat penggunaan (ridership) angkutan umum, penghematan biaya perjalanan konsumen, hingga potensi penurunan emisi kendaraan bermotor pribadi.

Karenanya, menurut Ikaputra, kolaborasi di antara penyedia layanan ride-hailing seperti Gojek dan penyelenggara transportasi publik seperti PT. Kereta Commuter Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. “Dengan hasil penelitian yang positif terhadap peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi publik ini, ke depannya, operator angkutan umum perlu untuk mempertimbangkan integrasi dan kerjasama dengan pihak swasta untuk dapat semakin meningkatkan tingkat penggunaan angkutan umum oleh masyarakat. Di sisi lain, dukungan Pemerintah terhadap solusi ini juga sangat dibutuhkan mengingat konsep MaaS membutuhkan kolaborasi dari berbagai sektor dan aktor sehingga diperlukan sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan sektor transportasi, jasa, keuangan, dan telekomunikasi yang harus dipenuhi.”

Lebih lanjut, Ikaputra menjelaskan bahwa potensi integrasi serupa bisa dilakukan di daerah selain Jabodetabek yang memenuhi beberapa faktor antara lain keterbukaan operator angkutan umum untuk berbagi data, dukungan kebijakan pemerintah, familiaritas publik terhadap layanan dan teknologi, Infrastruktur teknologi informasi komunikasi serta infrastruktur transportasi beserta layanannya.

Untuk mengetahui lebih lanjut riset terbaru PUSTRAL UGM mengenai dampak layanan GoTransit dan GoInstant terhadap masyarakat pengguna transportasi dan ekosistem transportasi secara umum, berikut kami lampirkan siaran pers yang bertajuk “Riset PUSTRAL UGM: Integrasi Antar Moda Lewat GoTransit Jadi Solusi Transportasi Berkelanjutan di Indonesia” beserta infografis yang dapat diunduh dibawah ini.

 

Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL)

Universitas Gadjah Mada

Download


[1] Simulasi potensi penurunan emisi kendaraan bermotor menggunakan data rata-rata jumlah penumpang KRL harian yang menggunakan layanan GoTransit untuk jenis kendaraan roda dua pada tahun 2022

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Studi Kelayakan Proyek Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur menjadi arah kebijakan utama pembangunan di Indonesia beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran Pemerintah untuk infrastruktur sebesar Rp392 triliun dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023. Nilai tersebut naik 7,75% dibandingkan pada outlook APBN 2022 sebesar Rp363,8 triliun. Besaran anggaran tersebut setara dengan 16% dari RAPBN 2023. Anggaran infrastruktur tersebut salah satunya dialokasikan ke belanja pemerintah pusat sebesar Rp213,39 triliun. Ini meliputi belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp189,21 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp24,17 triliun. Prioritas tinggi pada pembangunan infrastruktur diperkirakan akan tetap tinggi pada pemerintahan mendatang, apalagi dengan mulai terbangunnya Ibukota Negara baru (IKN) yang memerlukan dukungan infrastruktur secara massif. 
Penyediaan infrastruktur, karena sifatnya yang memberikan layanan dasar kepada masyarakat, seringkali tidak memerhatikan aspek kelayakan, terutama kelayakan finansial dan ekonomi. Dengan adanya berbagai skema pembiayaan baru, terutama dengan keterlibatan swasta dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS), maka kelayakan ekonomi pembangunan infrastruktur menjadi penting untuk dilakukan. Hal ini karena keterlibatan swasta dalam skema tersebut menyaratkan adanya tingkat kelayakan ekonomi yang dapat dicapai. 
Adanya pemahaman mengenai metode dan langkah-langkah analisis kelayakan pembangunan infrastruktur sangat diperlukan. Untuk itu, Pustral UGM berinisiatif untuk menyelenggarakan pelatihan Studi Kelayakan Proyek Infrastruktur sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas parapihak yang terkait. Pelatihan ini merupakan batch pertama, yang diselenggarakan pada 28-31 Agustus 2023 secara tatap muka dan online di Pustral UGM. Peserta pelatihan sebanyak 7 orang yang terdiri atas 5 orang dari Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, 1 orang dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Kabupaten Mempawah, dan 1 orang dari swasta.
Pelatihan dibuka oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. Kepala Pustral UGM. Pengajar pada diklat ini yaitu Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D; Hengki Purwoto, S.E., M.A.; dan dan Eddy Junarsin., Ph. D., CFP dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM; Dr. Sc. Adhy Kurniawan, S.T. dari Teknik Sipil, Sekolah Vokasi UGM; Mohamad Rachmadian Narotama, ST, M.Sc., Ph.D dari Jurusan Pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya UGM; Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan UII; dan Ir. Dwi Ardianta Kurniawan, S.T., M.Sc., IPM dari Pustral UGM, Direktorat Penelitian UGM. Selain menyimak penyampaian materi di kelas, peserta juga diberikan materi pelatihan praktek di luar kelas dengan mengunjungi Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulonprogo.
Pelatihan Studi Kelayakan Proyek Infrastruktur ditutup oleh Dr. Dewanti, MS. selaku Sekretaris Pustral UGM. Beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan di Pustral UGM. Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat menerapkan dalam tugas di instansinya.

 

Pustral UGM Menerima Kunjungan dari University of Austria dalam Rangka Rencana Kolaborasi Penelitian

Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menerima kunjungan perwakilan dari University of Austria dalam rangka rencana kolaborasi penelitian. Tema yang diangkat adalah mobilitas masyarakat dalam menggunakan moda sepeda serta bagaimana peran pemerintah untuk mendukung hal tersebut.

Pustral UGM mengangkat tema kolaborasi riset “City Lebih Bike” yang memberikan makna bahwa kota akan lebih baik dengan menggunakan sepeda. Manfaat dari pemikiran tersebut terwujudnya kota dengan mobilitas masyarakat yang “green” serta berkelanjutan. Hal tersebut perlu didukung sosialisasi kepada masyarakat sehingga memiliki motivasi untuk mendukung aksi tersebut.

Diskusi juga membahas upaya pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan ruang pada komunitas sosial melalui integrasi kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI) dalam mobilitas. Salah satu contoh peran universitas dalam melayani pergerakan di dalam kampus adalah dengan penyediaan layanan bus listrik yang terintegrasi dengan sepeda kampus untuk mewujudkan lingkungan kampus yang ramah lingkungan. Dukungan media sangat diperlukan untuk mendukung sosialisasi kebijakan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Pustral UGM akan menginisiasi beberapa tema penelitian terkait dengan topik bahasan dalam diskusi di atas. Pertemuan dilakukan pada hari Senin, 21 Agustus 2023 di Kantor Pustral UGM, Jl. Kemuning M-3, Sekip, Sleman. Dalam kesempatan ini hadir Kepala Pustral, Ir. Ikaputra, M. Eng., Ph.D dan Ir. Deni Prasetio Nugroho, M.T, IPM selaku Kepala Divisi Penelitian. (HLT/DPN/DAK)

Pustral UGM bersama HK ExperTalk Menyelenggarakan Webinar Pembangunan Infrastruktur vs Konservasi Satwa Liar di Indonesia: Menggapai Keseimbangan

Perubahan penggunaan lahan umumnya mempengaruhi integritas suatu ekosistem di suatu wilayah. Dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, akan secara langsung mengkonversi penggunaan lahan eksisting, misalnya persawahan, permukiman, hutan akan berubah menjadi lahan terbangun jalan tol.  Efek dari perubahan ini bisa sangat parah jika konversi penggunanaan lahan tersebut mengganggu habitat penting seperti tanaman dan hewan utama yang ada di wilayah tersebut (Islam, dkk., 2018). Hilangnya dan kerusakan habitat merupakan ancaman utama bagi spesies satwa liar, dan terkait erat dengan adanya perluasan atau pembangunan jalan (Torres, A., dkk., 2016)

Dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, pemerintah hanya fokus lingkungan abiotik dan sosial, tetapi kurang peka terhadap lingkungan biotik khusunya satwa. Namun, efek skala besar dari pembangunan infrastruktur tersebut pada umumnya masih diabaikan. Untuk itu, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bekerjasama dengan HK ExperTalk menginisiasi webinar nasional dengan topik “Pembangunan Infrastruktur vs Konservasi Satwa Liar di Indonesia: Menggapai Keseimbangan”. Webinar ini diharapkan menjadi media diskusi para stakeholder mengenai bagaimana kebijakan dalam pembangunan infrastrukur selalu berimbang dalam konservasi satwa liar yang ada di Indonesia.

Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D.  selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM dalam pembukaan menyampaikan harapannya agar webinar ini dapat menjadi media diskusi berbagai stakeholder untuk menghasilkan masukan terkait bagaimana pembangunan infrastruktur tetap terlaksana tanpa harus menganggu ekosistem terutama satwa liar yang sudah ada sebelumnya.

Drh. Indra Exploitasia Semiawan, M.Si dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE)  sebagai narasumber pertama menyampaikan bahwa unutk menuju keseimbangan antara infrastruktur dan keanaekaragaman hayati diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: perlu ada keseimbangan ekonomi dan ekologi; memahami perilaku satwa liar merupakan pendekatan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembangunan infrastruktur, demi keselamatan kedua belah pihak; dan perlu dibangun mindset untuk hidup berdampingan dengan satwa liar karena kita hidup berdampingan. Diakhir paparan beliau menyampaikan bahwa pembangunan jalan/ lintasan yang ramah lingkungan (ecopassage) merupakan implementasi konsep green infrastructure sebagai pengejawantahan dalam mewujudkan tujuan CBD 2050: “Living in Harmony with Nature”.

Narasumber kedua, Ni Putu Oki Wirastuti dari PT Hutama Karya (Persero) menyampaikan topik Tantangan dan Inovasi dalam Membangun Infrastruktur Jalan Tol. Disampaikan bahwa PT Hutama Karya (Persero) secara berkelanjutan akan menerapkan rencana pelestarian satwa di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera untuk mendukung konsep Jalan Tol Hijau. Selanjutnya Genman Suhefti Hasibuan., S. Hut., M.M dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau sebagai narasumber ketiga menyampaikan tema terkait dengan adaptasi pembangunan jalan tol pada habitat gajah di Provinsi Riau. Dalam paparannya beliau memberikan contoh langsung bagaimana pembelajaran dari penetapan terowongan gajah pada Jalan Tol Dumai-Pekanbaru di kantong gajah Balai Raja.

Sebagai narasumber keempat, Dr. rer. Silv. Muhammad Ali Imron., S. Hut., M. Sc selaku Tim Ahli Pustral UGM memberikan pemaparan terkait dengan bagaimana respon satwa liar terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, jalan memberikan resiko dampak bagi kelestarian satwa liar melalui pengaruhnya terhadap vegetasi, lingkungan dan satwa liar secara langsung.Di sisi yang lain pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran penting bagi pembangunan di Indonesia,sehingga perlu dilakukan upaya mitigasi pada setiap tahap pembangunan dan pemeliharaan jalan. Mitigasi dilakukan tidak generic namun sangat tergantung pada karakter satwa liar dan perilakunya.

Webinar ini disambut dengan antusias oleh peserta yang meliputi pemerintah pusat dan daerah, BUMN, praktisi, akademisi, dan masyarakat umum. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang dipandu moderator Sa’duddin, S.Si., M.B.A, M.Sc.dari Pustral UGM. Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan kanal Youtube streaming Pustral UGM pada hari Kamis, 27 Juli 2023 pukul 09.00 – 12.00 WIB diikuti oleh sekitar 1797 peserta. (HLT/SDD/DAK)

Pustral UGM Berkolaborasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Meluncurkan Buku Kajian Kritis Pembangunan Jalan Tol di Indonesia

Jakarta, 23 Juni 2023– Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII menyelenggarakan peluncuran Buku Kajian Kritis Pembangunan Jalan Tol di Indonesia yang dilaksanakan di Kampus UGM Jakarta pada Jumat, (23/6). Peluncuran buku dikemas dalam acara INCoTalk Seri 1 yang merupakan suatu kegiatan forum diskusi yang diinisiasi oleh komunitas Innovative Financing (INFINITY) yang telah diluncurkan oleh PT PII pada bulan Maret 2023 lalu.

Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan buku oleh Kepala Pustral UGM bersama Dirut PT PII kepada Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan bahwa terdapat dua hal penting dalam penyelenggaraan jalan tol yang patut untuk diperhatikan, yaitu aspek kualitas pembangunan dan tata kelola. Aspek kualitas sangat terkait dengan tanah dasar, sehingga diperlukan penyelidikan tanah yang benar. Dalam aspek tata kelola, penyelenggaraan jalan tol di Kementerian PUPR saat ini ditangani oleh 3 bagian, yaitu Ditjen Pembiayaan Infrastruktur (aspek financing sebelum kontrak), Ditjen Bina Marga (aspek teknis), dan Badan Pengatur Jalan Tol (aspek pengusahaan, monitoring pelayanan, environmental). “Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi untuk para pengembang jalan tol,” kata Basuki dalam sambutannya.

Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa PT PII sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang mendapat mandat mempercepat pembangunan infrastuktur melalui skema penjaminan pemerintah sangat mendukung upaya yang dilakukan untuk melakukan penulisan buku kajian kritis pembangunan jalan tol di Indonesia. Buku ini akan menjadi referensi yang tepat dalam membahas isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan dan pengelolaan risiko dalam pengembangan jalan tol serta aspek tata kelola dan sustainability. “Buku ini merupakan langkah yang nyata upaya untuk melakukan manajemen pengetahuan dan lesson learned yang harapannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas sehingga dapat memahami bagaimana infrastruktur ini dapat dikembangkan, dibangun sebagai hasil sinergi kerjasama yang sangat erat antara pemerintah, investor, badan usaha dan juga lembaga-lembaga keuangan,” jelas Sutopo.

Sebelumnya, dalam sambutan secara daring, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Nizam menyampaikan harapannya bahwa kajian kritis dalam buku tersebut dapat turut meningkatkan SDM dalam pembangunan infrastruktur di tanah air, khususnya pembangunan jalan tol.

Danang Parikesit, selaku koordinator penulis dalam membuka sesi diskusi menyampaikan bahwa selama ini pembahasan mengenai jalan tol sangat terfragmentasi, hanya pada aspek engineering atau financing. Pengembangan jalan tol terdiri dari ekosistem pengetahuan yang sangat banyak, mulai dari aspek policy, aspek keuangan, aspek pembiayaan, aspek desain teknis maupun cara-cara konstruksi. Terdapat aspek engineering yang harus terus-menerus diungkap dan dipelajari, sehingga kualitas jalan dapat sustain dalam masa konsesi 50 tahun. Sehingga fokus tidak hanya pada delivery tapi juga sustainability. “Dalam 3 volume buku ini terdapat 31 artikel ilmiah yang disusun dengan standar yang baik, yang berasal dari referensi maupun pengalaman. Buku ditulis oleh 77 penulis, dari 17 kampus, juga dari swasta/BUMN, Kementerian/Lembaga. Jumlah referensi yang dirujuk sebanyak 606 baik dari dalam maupun luar negeri,” terangnya.

Selanjutnya, dalam sesi diskusi yang dipandu Tri Tjahjono dari Universitas Indonesia, Hedy Rahadian, Dirjen Bina Marga menyatakan bahwa kajian perlu dipertajam agar sifatnya lebih dua arah, karena PUPR memiliki banyak data yang mungkin tidak aksesibel bagi akademisi. Hedy selanjutnya menguraikan berbagai isu terkait penyelenggaraan jalan tol diantaranya sistem yang lebih kompleks dari yang berupa trans menjadi grid sehingga diperlukan distribusi traffic management, kemudian utilisasi jalan tol yang berjalan secara market driven bukan government intervention sehingga banyak pemerintah daerah yang belum memanfaatkan tol secara optimal. Tantangan lain yang dihadapi adalah pada aspek engineering yang belum cukup kuat dalam detail, sehingga dalam implementasi dapat terjadi perubahan yang cukup banyak dibandingkan basic design. Aspek teknologi juga harus dikembangkan, seperti penggunaan geoform . “Preservasi juga big problem,” tambahnya. “Bina Marga berencana menyatukan asset management system khususnya pavement management system namun belum berjalan seperti harapan. Tantangan lain yang dihadapi sejak dulu adalah masalah over dimension over load atau ODOL.”

Masih dalam sesi diskusi, Krist Ade Sudiyono, Sekjen Asosiasi Jalan Tol Indonesa (ATI) menyatakan bahwa ATI ingin menjadi mitra pemerintah membangun infrastruktur bangsa. Ada suasana gamang yang disebabkan oleh beberapa aspek, yaitu aspek leadership, kapabilitas, serta tata kelola. Leadership terkait dengan arahan pembangunan infrastruktur yang saat ini cukup jelas di bawah Pak Jokowi dan Pak Basuki, namun masih dipertanyakan keberlanjutannya. Kapabilitas tidak hanya berupa kapabilitas keuangan, namun juga local partner yang capable bagi investor luar negeri serta competitiveness. “Selain itu, tata kelola juga menjadi aspek penting. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selalu dihadapkan permasalahan selain nilai ekonomis juga ada nilai untuk publik, yaitu bagaimana kemanfaatan jalan tol bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Pada sesi pembuka, Ikaputra selaku Kepala Pustral UGM mewakili Rektor menyatakan bahwa Universitas Gadjah Mada selalu mendorong segenap civitas academica untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Beliau sangat mengapresiasi penerbitan buku Kajian Kritis Pembangunan Jalan Tol di Indonesia yang berhasil meramu narasi para penulis dari dari berbagai Perguruan Tinggi maupun instansi terkait mengenai tematik jalan tol dalam rentang tahun 1978-2022 dari berbagai perspektif keilmuan. “Buku yang diinisiasi oleh Prof. Dr. Danang Parikesit, yang juga merupakan dosen Fakultas Teknik UGM ini merupakan buku pertama yang membahas jalan tol secara komprehensif. Kerja keras dan dedikasi dari para penulis maupun semua pihak yang mendukung penyusunan buku ini layak untuk diapresiasi. Melalui buku kajian kritis yang tersaji secara komprehensif dalam 3 volume ini, para penulis telah berupaya untuk menarasikan tentang kebijakan pembangunan jalan tol: dulu, kini, dan masa yang akan datang, pengelolaan aspek teknis dalam perancangan dan pembangunan, serta pelaksanaan operasi dan pemeliharaan jalan tol,” terangnya. (DAK)

PUSTRAL UGM Memperingati Hari Ulang Tahun Ke 22 Mengusung Tema Dekarbonisasi

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM mengadakan kegiatan ramah tamah yang diikuti oleh seluruh keluarga besar PUSTRAL bertempat di Omah Partoredjan, Desa Eko Wisata Pancoh, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 15 Juli 2023.

Selain itu acara dihadiri juga oleh para pendiri PUSTRAL UGM yaitu Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng. (mantan kepala dan pendiri); Prof Agus Taufik Mulyono (mantan kepala dan pendiri), Dr. Olly Norojono (pendiri), Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D (Kepala Pustral), Dr. Dewanti (Sekretaris), Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc. (pendiri), dan para tenaga ahli, serta seluruh staf peneliti dan staff administrasi.

Peringatan Ulang Tahun PUSTRAL UGM yang ke-22 kali ini mengambil tema Dekarbonisasi yang merupakan bentuk upaya kita bersama untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, khususnya karbondioksida (CO2) dari berbagai sektor yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Oleh karena itu, sejalan dengan tema tersebut acara diawali dengan olah raga jalan sehat di sekitar lokasi kegiatan.

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Remote Pilot dan Pengoperasian Unmanned Aircraft System untuk Pemetaan Angkatan-13 Tahun 2023

Unmanned Aircraft System (UAS)/Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA)/Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (SPUKTA) atau lebih dikenal sebagai drone adalah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. Drone menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, dapat dipergunakan kembali dan mampu membawa muatan. Seiring dengan perkembangan teknologi membuat drone telah digunakan dalam berbagai layanan seperti perencanaan infrastruktur (jalan dan jembatan), eksplorasi bahan tambang, pemetaan daerah pertanian dah kehutanan, dan pemetaan daerah industri, wisata dan banyak sekali aplikasi dibidang lainnya. Fungsi yang luas menyebabkan besarnya minat untuk mempelajari piranti tersebut.

Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menyelenggarakan pelatihan Remote Pilot dan Pengoperasian Unmanned Aircraft System untuk Pemetaan untuk angkatan 13 bertempat di Wisma MM UGM pada tanggal 3-8 Juli 2023. Pelatihan diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur sebanyak 6 orang; 3 peserta dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Utara ; 2 peserta dari Universitas Nusa Bangsa, Jawa Barat; dan 1 pesertsa dari AIA Financial, DKI Jakarta. Pelatihan dibuka oleh Ir. Ikaputra, M. Eng., Ph. D, selaku Kepala Pustral UGM.

Diklat Remote Pilot dan Pengoperasian Unmanned Aircraft System untuk Pemetaan ini dilaksanakan selama 6 hari, yang dibimbing oleh beberapa pemateri yang berkompeten di bidangnya. Peserta akan dibimbing oleh beberapa dosen/instruktur yang kompeten di bidangnya yang berasal dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan; Air Nav Indonesia/ Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI); Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM; Departemen Sains dan Informasi Geografis Fakultas Geografi UGM; Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Fakultas MIPA UGM; Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM; Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan dan Peneliti dari Pustral UGM.

Selama mengikuti diklat ini, peserta akan mempelajari banyak hal yang terdiri dari teori (44 JP) maupun praktik (14 JP) di kelas maupun di lapangan. Untuk praktik lapangan selama 1 hari  di hari Jumat, 7 Juli 2023 dilaksanakan di Lapangan Sumber arum, Setran, Moyudan, Kabupaten Sleman. Para peserta dilatih untuk dapat memahami 12 pengetahuan aeronautika (aeronautical knowledge) yang merupakan mata diklat wajib, mampu mengeporasikan drone baik secara manual (pemrotetan foto dan perekaman video) maupun secara otomatis (autopilot) melalui terbang misi, sehingga hasil pemotretan foto secara autopilot tersebut dapat dijadikan bahan untuk pembuatan Digital Elevation Model (DEM), kontur, dan Orthomosaic.

Sebagai informasi, pelatihan Remote Pilot ini berafiliasi dengan DKPPU Kementerian Perhubungan sebagai UASTC-009 dan dapat digunakan untuk Penerbitan Remote Pilot Certifikat (RPC) dengan Kategori Small UAS di Sidopi Go Kementerian Perhubungan. Diklat ditutup oleh Dr. Dewanti, MS., selaku Sekretaris Pustral UGM, dengan harapan ilmu yang didapatkan dari diklat dapat diterapkan oleh peserta diklat dan bermanfaat bagi daerah dan juga lingkungan pekerjaannya. (HLT/DAK/SDD)

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Geographic Information System (GIS) Dasar Angkatan Ke-16

Peran GIS dalam berbagai bidang semakin penting, didukung oleh teknologi yang semakin berkembang di masa mendatang. Data dalam GIS merupakan bahan baku yang diproses oleh sistem sehingga dihasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi (real world). Jenis data geografi dalam GIS terdiri dari: data spasial, yaitu data grafis yang berkaitan dengan lokasi, posisi dan area pada koordinat tertentu. Data non spasial (atribut), menguraikan karakteristik objek-objek geografi dari spasialnya seperti warna, tekstur dan keterangan lainnya. Hubungan antara data spasial, non spasial dan waktu. Peran penting GIS memerlukan kompetensi yang memadai dari penggunanya. Di sisi lain, penguasaan mengenai GIS masih terbatas dan memerlukan peningkatan. Untuk itu, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiatif menyelenggarakan pelatihan GIS dasar sebagai upaya menjembatani kesenjangan tersebut.
GIS adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi. Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data.
Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan secara tatap muka pada tanggal 3 – 8 Juli 2023 di Wisma MM UGM. Peserta pelatihan periode ini sebanyak 15 orang meliputi 1 orang dari Kementerian Kesehatan, Balai Litbangkes Aceh; dan 2 orang dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur; 1 orang dari Kementerian Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banten, 1 orang dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, 2 orang dari PT Angkasa Pura II, Kota Tangerang Provinsi Banten, 1 orang dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, 6 orang dari PT Kurnia Sylva Consultindo, Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat, dan 1 orang dari PT. Bintang Alam Harmoni, DKI Jakarta.
Pelatihan dibuka oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. selaku Kepala Pustral UGM. Pengajar pada diklat ini yaitu Prof. Ir. Trias Aditya KM, ST, M.Sc., Ph.D., IPU, Dr. Eng. Purnama B. Santosa, ST., M.App.Sc, Ir. Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng, Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., Iqbal Hanun Azizi, S.T dari Departemen Teknik Geodesi UGM; Totok Wahyu Wibowo, S.Si ., M.Sc dari Fakultas Geografi; Arsito Bayu Pramono Putro, S.T., M.Sc dari Center for Urban Design and Diffabilities (CUDD) UGM; Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan UII; Alfiatun Nur Khasanah, S.Si., M.Sc dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM; Agus Kuntarto, S. Si dari Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM; dan Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc., Triana Pungkasari, A.Md., dan Sugiyanta dari Pustral UGM; Selain dilakukan melalui penyampaian materi di kelas, peserta juga diberikan materi pelatihan praktek di luar kelas.
Pelatihan Sistem Informasi Geografis Dasar (SIG) Dasar Angkatan ke-16 ditutup oleh Dr. Ir. Dewanti, MS. selaku Sekretaris Pustral UGM. Beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan di Pustral UGM. Para peserta diharapkan dapat mengenal dan menguasai prinsip-prinsip SIG dengan menggunakan software ArcGIS. Peserta pelatihan juga diharapkan mempunyai kemampuan untuk membuat dan mengelola data spasial serta peta digital, serta mengenal dan menggunakan GPS dan Drone secara dasar. ((HLT/DAK/SDD)

Pustral UGM Menyelenggarakan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Dasar Angkatan 15

Peran Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) dalam berbagai bidang semakin penting, didukung oleh teknologi yang semakin berkembang di masa mendatang. Data dalam GIS merupakan bahan baku yang diproses oleh sistem sehingga dihasilkan informasi yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi (real world). Jenis data geografi dalam GIS terdiri dari: data spasial, yaitu data grafis yang berkaitan dengan lokasi, posisi dan area pada koordinat tertentu. Data non spasial (atribut), menguraikan karakteristik objek-objek geografi dari spasialnya seperti warna, tekstur dan keterangan lainnya. Hubungan antara data spasial, non spasial dan waktu. Peran penting GIS memerlukan kompetensi yang memadai dari penggunanya. Di sisi lain, penguasaan mengenai GIS masih terbatas dan memerlukan peningkatan. Untuk itu, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM berinisiatif menyelenggarakan pelatihan GIS dasar sebagai upaya menjembatani kesenjangan tersebut.

Metode pelaksanaan training dilakukan secara tatap muka pada tanggal 22 – 27 Mei 2023 di Ruang Training Pustral UGM. Peserta pelatihan angkatan 15 ini sebanyak 5 orang yang berasal dari Universitas PGRI Semarang Jawa Tengah, IPB Bogor Jawa Barat, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kab. Halmahera Tengah Maluku Utara.

Pelatihan dibuka oleh Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. selaku Kepala Pustral UGM yang menyampaikan harapan semoga materi yang diberikan mampu diserap dan memberikan kemanfaatan bagi peserta dalam menjalankan tugas. Pengajar diklat ini berasal dari beberapa institusi yaitu Dr. Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc dan Totok Wahyu Wibowo, S.Si ., M.Sc dari Departemen Sains Informasi Geografis Fakultas Geografi UGM,  Dr. Eng. Purnama B. Santosa, ST., M.App.Sc dan Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM, serta Dr. Taufik Hery Purwanto, S.S.i., M.Si dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM. Selain itu materi juga diberikan oleh Bakhtiar Alldino Ardi Sumbodo, S.Si., M.Cs. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Fakultas MIPA UGM, Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc,  dari Pustral UGM, serta Agus Kuntarto, S. Si dari Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. Selain teori, peserta juga diberikan materi berupa praktik di luar kelas. Harapannya setelah mengikuti diklat ini peserta dapat mengenal dan menguasai prinsip-prinsip SIG dengan menggunakan software ArcGIS. Peserta pelatihan juga diharapkan mempunyai kemampuan untuk membuat dan mengelola data spasial serta peta digital, serta mengenal dan menggunakan GPS dan Drone secara dasar.

Pelatihan ditutup oleh Sa’duddin, S.Si., M.B.A., M.Sc selaku Kepala Divisi Pelatihan dan Seminar Pustral UGM pada hari Sabtu, 27 Mei 2023. (HLT / SDD/DAK)